Ijazah SMA Gibran Dipermasalahkan, Ini Perbedaan Sistem Pendidikan Singapura vs Indonesia!

DEMOCRAZY.ID – Isu mengenai ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusannya pada Selasa (6/8/2026).

MK menyatakan tidak menerima gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan mantan Wamenkumham Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya.

MK menilai para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan perselisihan hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam pertimbangan hukumnya, MK menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari pendidikan di luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan sekolah menengah atas atau sederajat, sebagaimana dipersyaratkan dalam UU Pemilu.

Mahkamah juga menilai perkara tersebut tidak lagi tepat diselesaikan melalui mekanisme perselisihan hasil Pilpres karena Gibran telah dilantik sebagai Wakil Presiden pada Oktober 2024.

Atas dasar itu, MK menyatakan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran sebagai Wakil Presiden sebagaimana dimohonkan para pemohon.

Di tengah perdebatan mengenai ijazah dan latar belakang pendidikan Gibran, publik pun dibuat penasaran dengan sistem pendidikan di Singapura.

Lantas, seperti apa sistem pendidikan di negara tersebut?

Apakah benar prosesnya tidak sesederhana seperti di Indonesia?

Melansir situs resmi Southeast Asian Ministers of Education Organization Singapura, jenjang Pendidikan di negara tersebut cukup berbeda dengan di Indonesia.

Jika di Indonesia jenjang pendidikan dimulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.

Singapura hanya mengenal jenjang Primary School, Secondary School, dan Post-Secondary Education dengan beberapa pilihan jalur setelah sekolah menengah.

Berdasarkan situs resmi tersebut, setiap anak di Singapura memiliki kesempatan untuk menjalani setidaknya 10 tahun pendidikan umum.

Sistem sekolah menggunakan kurikulum nasional dengan ujian nasional pada akhir jenjang pendidikan dasar, menengah, dan junior college.

1. Pendidikan Dasar (Primary School)

Pada jenjang pendidikan dasar, siswa mengikuti pendidikan selama enam tahun.

Mereka dibekali kemampuan dasar dalam bahasa Inggris, bahasa ibu, dan matematika.

Selain itu, siswa mempelajari Sains, Ilmu Sosial, Pendidikan Kewarganegaraan dan Moral, Musik, Seni dan Kerajinan, Pendidikan Kesehatan, serta Pendidikan Jasmani.

Sejak tahun 2008 Angkatan Primary 5 (setara tingkat kelas 5 SD), sekolah dasar menerapkan Subject-based Banding untuk menggantikan sistem EM3.

Melalui sistem ini, siswa dapat mengambil kombinasi mata pelajaran pada tingkat Standar atau Fondasi, sesuai dengan kemampuan mereka dalam setiap mata pelajaran.

Sementara itu, pada akhir Primary 6, siswa mengikuti Primary School Leaving Examination (PSLE).

Ujian ini digunakan untuk menilai kesiapan siswa melanjutkan ke pendidikan menengah sekaligus menentukan jalur sekolah menengah yang sesuai dengan kecepatan belajar, kemampuan, dan minat mereka.

2. Pendidikan Menengah (Secondary School)

Pada jenjang pendidikan menengah, siswa mengikuti salah satu dari tiga jalur pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat belajar mereka.

1. Express Course

Express Course merupakan program pendidikan selama empat tahun yang berujung pada ujian Singapore-Cambridge General Certificate of Education (GCE) ‘O’ Level.

Dalam jalur ini, siswa mempelajari bahasa Inggris dan bahasa ibu, serta matematika, sains, dan ilmu humaniora.

2. Normal (Academic) Course

Normal (Academic) Course merupakan program pendidikan selama empat tahun yang berujung pada ujian GCE ‘N’ Level.

Siswa yang memperoleh hasil baik pada ujian ‘N’ Level dapat mengikuti satu tahun tambahan untuk mempersiapkan diri menghadapi GCE ‘O’ Level atau melanjutkan ke program Higher Nitec di Institute of Technical Education (ITE).

Siswa tertentu juga dapat mengambil mata pelajaran ‘O’ Level pada Secondary 4.

Sebagian lainnya bahkan dapat melewati ujian ‘N’ Level dan langsung melanjutkan ke Secondary 5 untuk mengikuti ‘O’ Level.

Dalam jalur Normal (Academic), siswa mempelajari berbagai mata pelajaran yang secara umum serupa dengan yang diajarkan dalam Express Course.

3. Normal (Technical) Course

Normal (Technical) Course merupakan program pendidikan selama empat tahun yang berujung pada ujian GCE ‘N’ Level.Dalam jalur ini, siswa mempelajari bahasa Inggris, bahasa ibu, matematika, serta berbagai mata pelajaran yang lebih menekankan aspek teknis dan praktik.

Sejak 2005, sekolah juga menawarkan Elective Modules, yang mencakup berbagai bidang, seperti keperawatan, perhotelan, animasi digital, dan teknik presisi.

Sekolah Khusus

Untuk memenuhi kebutuhan siswa yang membutuhkan kurikulum yang lebih khusus dan berorientasi pada keterampilan vokasional, Singapura mendirikan Northlight School.

Sekolah yang mulai beroperasi pada 2007 ini menawarkan program vokasional selama tiga atau empat tahun.

Setelah lulus, siswa dapat melanjutkan pendidikan di ITE, memasuki dunia kerja, atau mengikuti program magang di industri.

Pada 2009, pusat pelatihan vokasional yang tersisa, Assumption Vocational Institute, diubah menjadi Assumption Pathway School yang menawarkan program vokasional serupa.

Mulai 2013, dua sekolah menengah khusus baru untuk siswa jalur Normal (Technical) juga akan didirikan.

Sekolah-sekolah tersebut akan berfokus pada metode pembelajaran yang interaktif, berbasis praktik, dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Sekolah Independen Khusus

Specialised Independent Schools atau sekolah independen khusus, yakni NUS High School of Mathematics and Sciences, School of Science and Technology, School of the Arts, dan Singapore Sports School, menawarkan program yang dirancang untuk mengembangkan bakat siswa di berbagai bidang, seperti seni, olahraga, matematika, dan sains.

Integrated ProgrammeSiswa yang memiliki kemampuan akademik kuat dan lebih menyukai lingkungan belajar yang mandiri serta tidak terlalu terstruktur juga dapat memilih Integrated Programme (IP).

Program ini menggabungkan pendidikan menengah dan junior college tanpa ujian nasional di tingkat menengah.

Waktu yang sebelumnya digunakan untuk mempersiapkan siswa menghadapi GCE ‘O’ Level dialihkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas.

Sejumlah sekolah juga menawarkan kurikulum dan kualifikasi alternatif, termasuk International Baccalaureate (IB).

3. Pendidikan Pascamenengah dan Pendidikan Tinggi (Post-Secondary Education)

Setelah menyelesaikan Secondary 4 atau Secondary 5, sebagian besar siswa melanjutkan pendidikan atau pelatihan ke salah satu institusi pascamenengah berikut.

Junior Colleges dan Centralised Institute

Siswa yang memiliki minat akademik dan memenuhi persyaratan GCE ‘O’ Level dapat melanjutkan pendidikan prauniversitas di junior college selama dua tahun atau centralised institute selama tiga tahun.

Pendidikan ini mengarah pada ujian GCE ‘A’ Level. Jika memperoleh hasil yang baik, siswa dapat melanjutkan pendidikan sarjana di National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore Management University (SMU), atau Singapore University of Technology and Design (SUTD).

Mereka juga dapat mengikuti pendidikan untuk menjadi guru di National Institute of Education (NIE).

Politeknik

Siswa yang lebih menyukai pendidikan tinggi yang bersifat praktis dan memenuhi persyaratan nilai GCE ‘O’ Level dapat mengambil program diploma di Singapore Polytechnic, Ngee Ann Polytechnic, Temasek Polytechnic, Nanyang Polytechnic, atau Republic Polytechnic.

Lulusan politeknik yang memperoleh hasil baik selama studi diploma memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke universitas.

Universitas

Pendidikan universitas di Singapura tidak hanya bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan ekonomi saat ini, tetapi juga masa depan.

Hal ini penting karena dunia kerja akan terus berubah, dengan jenis pekerjaan baru yang mungkin belum ada saat ini dan tantangan yang belum dapat diprediksi.

Dalam sistem pendidikan tinggi tersebut, terdapat empat universitas yang didanai pemerintah yaki National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore Management University (SMU) Singapore University of Technology and Design (SUTD)

Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan

Institusi pendidikan pascamenengah dan pendidikan tinggi juga menyediakan berbagai program Continuing Education and Training (CET) atau pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

Program ini memberikan kesempatan kepada orang dewasa yang sudah bekerja untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka agar dapat mengikuti perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.

Artikel terkait lainnya