DEMOCRAZY.ID – Sugi Nur Raharja alias Gus Nur kembali menyampaikan sejumlah tudingan terhadap Jokowi, mulai dari persoalan moral, kasus korupsi, hingga polemik ijazah yang masih menjadi perdebatan.
Gus Nur bahkan menyinggung ketidakhadiran Jokowi dalam sejumlah persidangan yang berkaitan dengan polemik tersebut.
Gus Nur menyebut Jokowi sebagai sosok yang menurut pandangannya memiliki banyak persoalan selama menjabat sebagai presiden.
“Aneh bin ajaib ya, mantan pejabat. Manusia ini di mata saya pembohong, pendusta, munafik, penipu ya, perusak,” ujar Gus Nur, Jumat (2/10/2026).
“Dan manusia ini banyak kasusnya ya. Secara attitude, etika, estetika, manusia ini banyak cacat moralnya,” tambahnya.
Gus Nur kemudian mengaitkan Jokowi dengan berbagai perkara korupsi yang menurutnya muncul dalam proses persidangan.
Ia mengungkapkan bahwa nama Jokowi kerap disebut dalam sejumlah perkara korupsi yang telah masuk ke persidangan.
“Nah manusia ini setiap korupsi yang ditangkep selalu nyebut nama orang ini. Semua korupsi ditangkep di sidang, di pengadilan selalu nyebut nama orang ini,” tukasnya.
Gus Nur tidak merinci perkara korupsi mana saja yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut.
Selain perkara korupsi, Gus Nur juga kembali menyinggung polemik ijazah Jokowi yang hingga kini menjadi bahan perdebatan di ruang publik.
Baginya, persoalan tersebut sudah berlangsung sejak lama dan bahkan telah berkaitan dengan sejumlah proses hukum.
“Dan orang ini ijazahnya dipertanyakan dari zaman baheula itu sampai sekarang terus dipertanyakan,” Gus Nur menuturkan.
“Bahkan urusan ijazahnya orang ini sudah keluar masuk pengadilan, tapi anehnya orang ini gak pernah masuk ke pengadilan. Gak pernah datang ke pengadilan,” lanjutnya.
Gus Nur kemudian mempersoalkan ketidakhadiran Jokowi dalam persidangan yang menurutnya berkaitan dengan polemik ijazah.
“Padahal gara-gara ijazahnya orang ini banyak anak bangsa dipenjara, dicekal, diborgol, macam-macam. Tapi giliran sidang gak pernah datang, aneh kan? KIP gak datang CLS gak datang, perdata gak datang, pidana gak datang, gak pernah datang orang ini,” timpalnya.
Bukan hanya itu, Gus Nur juga membandingkan hal tersebut dengan pernyataan Jokowi yang selama ini disebutnya selalu menyatakan siap memenuhi proses hukum apabila dipanggil.
“Tapi di sisi lain, dia selalu ngomong saya akan datang ke pengadilan, saya taat hukum. Kalau hakim yang meminta, undang-undang yang meminta, saya mau datang ke pengadilan,” kesalnya.
Lebih lanjut, Gus Nur juga menyinggung pihak-pihak yang disebutnya sebagai relawan dan pengacara Jokowi.
Kata dia, mereka kerap menyampaikan bahwa Jokowi akan hadir apabila persidangan membutuhkan kehadirannya.
“Termasuk penyembah-penyembahnya, penyembah-penyembahnya itu juga gitu, relawan lah, pengacara lah, itu selalu ngomong juga. Nanti Bapak akan datang ke pengadilan, bapak akan datang ke pengadilan. Tapi nggak pernah datang,” ucap Gus Nur.
Yang paling disesali Gus Nur, Jokowi disebut hampir selalu memiliki agenda lain ketika masuk pada jadwal persidangan.
““Padahal sidang itu menyangkut moral dia juga. Nah inilah, ada di Indonesia ini bercokol manusia seperti ini. Dan banyak penyembahnya,” jelasnya.
Gus Nur juga menyinggung langkah Jokowi yang belakangan disebutnya menunjukkan kartu tanda anggota sebuah partai.
“Dan baru-baru ini dia dengan bangganya menunjukkan kartu tanda anggota partai. Nah ini lebih gila lagi, nunjukkan ijazahnya enggak berani nunjukkan kartu anggota partainya malah berani dengan bangga ini kartu anggota partai saya nih,” bebernya.
Gus Nur kemudian meluapkan kekesalannya dengan mengaitkan polemik tersebut dengan dampaknya terhadap masyarakat.
“Hei capek deh. Emosi ya, emosi. Gara-gara kamu itu loh, anak-anak negeri berantem, anak-anak negeri diborgol, anak-anak negeri cekal, anak-anak negeri di penjara,” kuncinya.