Anwar Ibrahim Tak Peduli Amerika Murka, Malaysia Tegas Tolak Warga Israel: Mereka Terlibat Pembunuhan!

DEMOCRAZY.IDMalaysia memilih berdiri teguh membentengi kedaulatan serta nilai kemanusiaan ketimbang tunduk pada gertakan politik Barat.

Pemerintah di bawah komando Perdana Menteri Anwar Ibrahim memastikan pintu masuk negara itu tertutup rapat bagi seluruh warga Israel.

Langkah berani ini diambil sebagai bentuk perlawanan nyata terhadap kejahatan kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina.

Kedaulatan penuh dalam menentukan kebijakan luar negeri menjadi hak mutlak Malaysia yang tidak bisa diintervensi pihak luar.

Kecaman keras dari jajaran politisi Kongres Amerika Serikat sama sekali tidak menggoyahkan komitmen moral Kuala Lumpur.

Malaysia enggan mengorbankan solidaritas kemanusiaan demi menyenangkan kepentingan sekutu Israel di ranah internasional.

Anwar Ibrahim menegaskan kemandirian negaranya saat menghadiri agenda publik di Negeri Sembilan.

Kebijakan tegas ini diambil secara sadar sebagai respons atas penjajahan yang tak kunjung usai di tanah Gaza.

“Kami tidak akan mengizinkan satu pun warga negara Israel menginjakkan kaki di Malaysia,” tegas Anwar Ibrahim dalam kegiatan di Negeri Sembilan, Malaysia kemarin.

Gertakan berawal saat 8 legislator AS melemparkan kritik tajam terhadap konsistensi sikap Malaysia.

Para anggota kongres tersebut menuding larangan melintas bagi warga Israel melanggar norma hukum internasional.

Tekanan semakin berat ketika politisi Washington mendesak pemerintah AS meninjau ulang kerja sama bilateral dengan Malaysia.

Gertakan tersebut bertujuan menekan posisi diplomasi Malaysia agar mau melunakkan aturan perbatasannya.

Anwar menepis tuduhan pihak AS dan menyebut narasi yang dibangun legislator Amerika sangat berlebihan.

Menurutnya, aturan pembatasan ini sudah berjalan mulus selama berpuluh-puluh tahun tanpa merugikan hak bangsa lain.

Fokus utama larangan ini murni tertuju pada status kewarganegaraan, bukan bentuk diskriminasi terhadap identitas agama tertentu.

Kebijakan ini menyasar entitas negara yang bertanggung jawab atas penindasan sistematis di Palestina.

“Kami menentang kehadiran warga negara Israel mana pun, bukan orang Yahudi, tetapi warga negara Israel, karena mereka merupakan bagian dan terlibat dalam pembunuhan, kejahatan, serta penindasan dan kolonisasi yang terus berlangsung terhadap Palestina dan Gaza,” tegasnya.

Prinsip membela kemanusiaan menjadi pegangan utama Malaysia di saat sebagian negara memilih menutup mata.

Sebagai bangsa merdeka, Malaysia merasa wajib menyuarakan keadilan bagi korban agresi militer.

Anwar menyampaikan beberapa negara mungkin memilih untuk diam atas kekejaman terhadap rakyat Palestina, tetapi Malaysia sebagai negara merdeka menjalankan hak untuk menghormati kemanusiaan.

Aturan pembatasan terhadap pemegang paspor Israel sebenarnya sudah menjadi bagian dari sejarah diplomasi Malaysia sejak lama.

Kebijakan ini berakar kuat sejak kepemimpinan periode awal dan terus dipertahankan oleh setiap era pemerintahan.

Ancaman peninjauan kerja sama dari sekutu AS diprediksi tidak akan mengubah pendirian politik luar negeri Malaysia.

Negeri Jiran terbukti konsisten menjadikan isu Palestina sebagai garis merah diplomasi yang tidak dapat ditawar.

👇👇

Artikel terkait lainnya