DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, menilai polemik yang menyeret Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak bisa dilepaskan dari ambisi politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Habib Umar, Jokowi seharusnya sudah mengakhiri seluruh kepentingan politiknya setelah purna tugas sebagai presiden.
Namun, ia menilai ambisi dan keserakahan politik justru membuat persoalan baru yang kini berdampak terhadap keluarganya sendiri.
“Semestinya Jokowi sudah selesai setelah purna tugas menjadi presiden. Namun, keserakahan dan nafsu membuat keluarganya menjadi tidak tenang. Semua itu akibat dosa dan keserakahan Jokowi yang memaksakan anaknya, bahkan mengorbankan Gibran untuk menjadi wapres. Kini Gibran justru menjadi korban,” kata Habib Umar kepada wartawan, Ahad (1/11/2026).
Ia menilai polemik tersebut tidak hanya merugikan Gibran, tetapi juga berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini semua akibat Jokowi tidak tahu diri. Bangsa dan negara ini terus gaduh. Sehingga pemerintahan Pak Prabowo menjadi terganggu dan kurang fokus mengelola serta menjalankan pemerintahannya,” ujarnya.
Habib Umar mengatakan, kegaduhan politik yang terus berlangsung harus segera diakhiri.
Ia mengajukan sejumlah alternatif untuk menyelesaikan persoalan yang membelit posisi Gibran.
Pertama, Gibran diminta mengundurkan diri sebelum menghadapi kemungkinan diturunkan atau dilengserkan melalui mekanisme konstitusional.
Kedua, pemerintah perlu memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti mendukung atau terlibat dalam proses pencalonan yang bermasalah.
Menurutnya, proses hukum dalam pencalonan bakal calon presiden maupun wakil presiden harus menjadi pelajaran agar peristiwa serupa tidak terulang.
Ketiga, Presiden Prabowo harus mempersiapkan sosok pengganti yang mampu bekerja sama secara baik dalam menjalankan pemerintahan.
Habib Umar berharap persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut sehingga agenda pemerintahan dapat kembali berjalan dengan fokus.
Ketika ditanya mengenai sosok yang pantas mendampingi Prabowo apabila Gibran mundur atau dimakzulkan, Habib Umar menyebut sejumlah nama.
“Kalau saya berpendapat, ada beberapa nama yang pantas mendampingi Pak Prabowo, di antaranya Yusril, Puan, AHY, Anies, dan Ganjar. Tinggal siapa yang dipilih dan diinginkan Prabowo,” ungkapnya.
Menurut Habib Umar, pergantian kepemimpinan harus diarahkan untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan kepentingan bangsa, bukan memperpanjang konflik politik keluarga.