Jimly Asshiddiqie Puji Presiden Brasil Cuma Tamatan SD Tapi Menang 4 Kali Pemilu, Netizen Langsung Sentil Gibran!

Signature: AZ1TPBGnoQYVDmWv0ufI1vG+EcWbzGX306ckvRkb66dlB7mKj2f5hsqVNyaho1sfrLUqyzgMgmoaDOoJyjK1IQXWetIVBZkQ4njFN7dlIBZNeQyp/sqs25QMznE0PWBMM1shruSPs84t0oMK5yAKsLvjlFyIRl3MlT5m4WyypXEmGcekgANyodpVNcBxMYM7lWF0zmSoM4u/R3glxgQEvnrRLB2QRqgRNkwMENsLOsRPkTtuVVubR3bgtjoPPJfSZVx9ctwzpcpDrBRGZFFu4JngIOI54qMAuGzcCO9UdMCNxmHMeOwMLOtaOQrM1tu4CHvos4rsbXOTuP9xM2PTRVsqBhghpFwS++RsYc/ZhQ8BdZzYKw0iarXNwfYLXVWowfv1rqplQs4t3M7/vq6lTgffE7PGsTIPjkkG8i+18xqAl5u9O9mg6dGGPJr2eHFlrG+iZWk9Fh2F/ezkiTMWZF4bIf7FoeLVqtiilUYLxgbso+f+ZJ6f8V7JBeF4dPvmYcupTYLKpKGsNv77awThzGqOMo8ONjXNVcSMHZKZZ2gjk5TiMWiupwhXpM4HfHCjJeDghfDAcb68AQX9M7Tn63UrwdyW4+9DPzyTk3yVhWYRNTYg8J/Ku96Et6y2X7n9ozb0UAruh8VGyivPARfFYIvY+oQ4HoKIkt5KOUVDAhLSsCEjP2KKpor0QUwoC16kxEkn+M1frz9VFIrMLgH/r17Sz++kBA6fgk4/IbhHkIsYWn3eXG1DicRf3b8w8KQOzwF19kLFxnYB8+YxtmEIK2oNM8zJoZ2fJ38AbhHQYk9sWTxJVkMLOVimo3a1iFcrFSsVpBQpkaXLyqSe7QMEvl2vi5KqcB0uAGQc6KdRWnQadgLO1fCzHw68CjENS4p9p/RyFQpsV4R17GcAmvIZ6mOI2lzkr04/sXdIUYBi7cS+iwXPDX8UpgXpbvmXBi5BRfKNVdFUcJ3WKi7g+JmlqBD37xXARcnOB0YD7voZn+4=

DEMOCRAZY.ID – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengapresiasi terpilihnya kembali Luiz Inácio Lula da Silva sebagai Presiden Brasil untuk masa jabatan keempat.

Jimly menyoroti latar belakang pendidikan Lula yang hanya menamatkan sekolah dasar (SD) dan mengikuti pendidikan keterampilan, tetapi tetap mampu memenangkan putaran penentuan Pemilihan Presiden Brasil pada Minggu (25/10/2026).

Dalam pemilu tersebut, Lula berhasil mengalahkan pesaingnya dari kubu sayap kanan, Flávio Bolsonaro, yang merupakan putra dari mantan Presiden Jair Bolsonaro.

“Hebat, Presiden Brazil Lula da Silva kmbali trpilih jadi Presiden ke4 kalinya. Pdhal cuma tamat SD & kursus ktrampilan,” tulis Jimly di akun X pribadinya, dikutip Senin (26/10/2026).

Jimly kemudian mengaitkan pencapaian tersebut dengan ketentuan dalam Konstitusi Brasil yang mengatur syarat pencalonan bagi setiap peserta pemilu di negara tersebut.

“Karena di Pasal 14 ayat (4) UUD Brazil, smua kandidat pemilu baik parlemen maupun pres/wapres hrs trdaftar sebagai pemilih & tidak buta huruf,” lanjutnya.

👇👇

Unggahan pakar hukum tata negara tersebut mendadak menyita perhatian publik hingga mendapat ratusan tanggapan dari warganet.

Oleh sebagian besar pengguna media sosial, pernyataan Jimly tersebut lantas dikaitkan dengan polemik pendidikan yang kini tengah menyoroti Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Saat ini, sejumlah elemen masyarakat diketahui mendesak Gibran untuk mengundurkan diri dari jabatannya menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dibacakan pada awal Oktober 2026.

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan Hakim Konstitusi Arsul Sani, MK menyatakan tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma sebagai bukti telah menyelesaikan pendidikan luar negeri yang setara dengan jenjang SMA atau sederajat.

Artikel terkait lainnya