DEMOCRAZY.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD memberi warning ke Presiden Prabowo Subianto.
Peringatan ini disampaikan oleh Mahfud MD ke Presiden Prabowo soal dampak dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mahfud mengatakan putusan tersebut approval rating atau tingkat kepuasan kinerja Presiden Prabowo Subianto ikut tergerus.
Hal ini disampaikan oleh Mahfud MD di podcast Terus Terang, yang tayang di kanal YouTube pribadinya.
Ketegasan sikap dari Presiden Prabowo disebutnya bisa menaikan approval rating Prabowo kembali tinggi ditengah kegaduhan soal ijazah Gibran
Ketegasan yang dimaksudnya ini dalam hal penegakan dan keadilan hukum di tengah isu tersebut.
“Ini waktu yang tepat bagi Pak Prabowo. Karena 8 bulan lagi tahapan pemilu sudah akan dimulai. Dia mau calon lagi. Sudah akan dimulai tahapan awalnya itu,” kata Mahfud
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga mengingatkan soal perbaikan approval rating petahana sangat dibutuhkan sedini mungkin.
“Approval rating Pak Prabowo harus dinaikkan lagi oleh Pak Prabowo,” ujarnya.
Ada harapan besar darinya agar Prabowo bisa mengambil sikap bijak dalam merespons polemik ijazah Gibran.
Apalagi alasannya kini sudah jelas karena terungkap di persidangan MK bahwa Gibran tidak ditemukan ijazahnya.
“Ini masalah peradaban, yang sudah kita bangun 80 tahun lebih. Peradaban jangan rusak karena ini. Ayo selesaikan secara politik. Bisa,” terangnya.
“Tapi kalau (kata) Pak Prabowo, nggak usah, ya nggak bakal jalan (penegakan hukumnya,” jelasnya.
Menurut Mahfud, langkah memilih mundur ini sebagai suatu langkah bijak yang bisa diambil oleh Gibran Rakabuming Raka ditengah tekanan dan polemik politik.
Ia memetakan bahwa opsi mundur secara mandiri jauh lebih elegan dibanding harus melewati benturan proses pemakzulan di parlemen.
Mahfud MD juga mengatakan mundur di saat ini bukanlah sebuah kekalahan, melainkan strategi bertahan jangka panjang.
Saran ini disampaikan langsung oleh Mahfud MD melalui kanal YouTube milik pribadinya.
Menurutnya, mundur saat ini bisa jadi kesempatan mematangkan konsolidasi politik demi menyongsong kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
“Ini kan soal politik ya, sehingga silakan DPR apakah langsung mau melakukan itu dan usul-usul itu telah ada,” sebut Mahfud.
“Atau Mas Gibran dengan segala kebesaran hati, menyatakan, udahlah saya mundur, lalu persiapan diri lagi untuk running di tahun 2029, saya kira lebih terhormat,” terangnya.