Dosen IPB Kembali Sentil Gibran Soal Polemik Pendidikan: Yang Ngibul Kamu, Kenapa Publik Disalahin?

DEMOCRAZY.ID – Polemik mengenai latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mendapat perhatian publik beberapa bulan terakhir.

Kali ini, Dosen IPB University Meilanie Buitenzorgy ikut angkat bicara.

Ia mempertanyakan sejumlah klaim mengenai riwayat pendidikan Gibran yang menurutnya justru menimbulkan keraguan di tengah publik.

Meilanie menekankan bahwa keraguan tersebut muncul bukan tanpa alasan.

Publik Disebut Tidak Percaya Gibran Lulus SMP di Solo

Meilanie blak-blakan dengan mempertanyakan klaim bahwa Gibran menyelesaikan pendidikan SMP di Solo.

“Publik ga percaya lu lulus SMP di Solo. Karena lu sendiri klaim nerusin SMP ke Singapore di website pemkot Solo,” ujar Meilanie, Selasa (6/10/2026).

Dikatakan Meilanie, klaim mengenai kelanjutan pendidikan Gibran ke Singapura menjadi salah satu alasan publik mempertanyakan riwayat pendidikan tersebut.

Sentil Klaim Sekolah di Australia

Meilanie juga mempertanyakan riwayat pendidikan Gibran yang dikaitkan dengan Australia.

Ia mengatakan publik mempertanyakan informasi tersebut karena Gibran sendiri, menurut Meilanie, pernah menyatakan tidak pernah bersekolah di Australia.

“Publik ga percaya lu sekolah di Australia karena lu sendiri klaim ga pernah sekolah di Australia sambil marah-marah ke wartawan Australia,” ungkapnya.

Meilanie menegaskan perbedaan klaim tersebut yang kemudian membuat publik mempertanyakan kembali informasi mengenai riwayat pendidikan Gibran.

Pertanyakan Mengapa Publik yang Disalahkan

Lebih jauh, Meilanie mempertanyakan kubu Gibran yang menyalahkan publik karena terus mempertanyakan riwayat pendidikan Gibran.

Salah satu WNI yang cukup lama mukim di Sydney, Australia, ini bilang, persoalan tersebut semestinya dilihat dari informasi atau klaim yang pernah disampaikan sebelumnya.

“Yang bolak-balik ngibul elu, kenapa publik yang disalahin?,” kuncinya.

Jauh sebelumnya, Management Development Institute of Singapore (MDIS) memberikan klarifikasi resmi mengenai status pendidikan Gibran selama menempuh studi di Singapura.

Dalam press statement yang diterbitkan pada 1 Oktober 2025, MDIS menyatakan Gibran tercatat sebagai mahasiswa penuh waktu di institusi tersebut pada periode 2007 hingga 2010.

MDIS menjelaskan bahwa selama periode tersebut Gibran menyelesaikan Advanced Diploma, kemudian melanjutkan ke Bachelor of Science (Honours) in Marketing yang diberikan oleh University of Bradford, Inggris, yang saat itu menjadi mitra universitas MDIS.

“Selama periode ini, ia menyelesaikan Advanced Diploma, dilanjutkan dengan Bachelor of Science (Honours) in Marketing yang diberikan oleh mitra universitas kami saat itu, University of Bradford, UK,” tulis MDIS dalam pernyataannya.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Manager PR & Communications MDIS, Gabriel J. Tan.

Dalam dokumen yang sama, MDIS juga menegaskan komitmennya terhadap standar integritas dan ketelitian akademik dalam penyelenggaraan pendidikan.

Klarifikasi MDIS ini menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas mengenai bagaimana riwayat pendidikan Gibran harus dibaca, terutama setelah muncul persoalan mengenai dokumen penyetaraan pendidikan yang menjadi salah satu materi dalam perkara di MK.

Keterangan MDIS secara spesifik menyebut status Gibran sebagai full-time student selama tiga tahun, yakni 2007-2010.

Institusi tersebut juga menjelaskan hubungan antara pendidikan Gibran di MDIS dan gelar yang diperolehnya melalui mitra universitas.

Dalam keterangannya, MDIS menyebut Advanced Diploma ditempuh sebelum Gibran melanjutkan ke program Bachelor of Science (Honours) in Marketing yang diberikan oleh University of Bradford.

Artikel terkait lainnya