DEMOCRAZY.ID – Sebuah video yang memperlihatkan replika Ka’bah di ruang publik Kota Dhamar, Yaman, memicu sorotan di media sosial.
Dalam video tersebut, sejumlah orang terlihat mengelilingi replika bangunan yang dibuat menyerupai Ka’bah dan melakukan salat di sekitarnya.
Media lokal Al Mashhad Al Yemeni melaporkan, replika tersebut didirikan di sebuah jalan umum di Dhamar, wilayah Yaman bagian tengah.
Video kegiatan itu kemudian beredar di sejumlah platform media sosial dan memicu reaksi dari sejumlah warga serta aktivis Yaman.
Menurut laporan tersebut, sejumlah orang terlihat melakukan tawaf mengelilingi replika tersebut.
Aktivitas itu juga disebut disertai pelaksanaan salat di depan replika dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka.
👇👇
ما كنت أتصور ولا في أسوأ الكوابيس أن يحدث في اليمن مثل هذا..
اللهم عجل بتطهير اليمن من #الحوثي عنوان الدجل والخرافة والفسق والفجور..#المشهد حقيقي في ذمار.. حوثيون نصبوا مجسمًا للكعبة في الشارع … امتهان وسخف وسفاهة وانحطاط pic.twitter.com/SS60YzcHRz
— أحمد اليفرسي (@AlyfrsyAhmd) September 20, 2026
Beredarnya video tersebut memunculkan kritik dari sejumlah aktivis dan pengamat di Yaman.
Mereka menilai penggunaan replika yang menyerupai Ka’bah dalam kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kontroversi karena berkaitan dengan simbol yang memiliki kedudukan penting dalam Islam.
Al Mashhad Al Yemeni menyebut sejumlah aktivis menilai kegiatan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap simbol-simbol Islam.
Mereka juga menuding kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya mengubah praktik keagamaan masyarakat Yaman.
Kelompok Houthi diduga berada di balik pemasangan replika Ka’bah tersebut.
Namun detail mengenai siapa yang membuat replika, kapan pemasangannya dilakukan, serta tujuan kegiatan belum dijelaskan secara rinci dalam laporan yang beredar.
Kelompok Houthi merupakan gerakan yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah wilayah lainnya.
Konflik antara Houthi dan pihak yang mendukung pemerintah Yaman telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Dalam laporan Al Mashhad Al Yemeni, sejumlah pengkritik juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan pengaruh Iran terhadap Houthi.