Penolakan Masif! Hasil Survei Buktikan Rakyat Masih Banyak Yang ‘Gak Sudi’ Gibran Nyapres di Pilpres 2029

DEMOCRAZY.ID – Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai masuk dalam radar kandidat potensial untuk Pilpres 2029.

Bahkan, pengamat politik Hendri Satrio menyebut Gibran sebagai salah satu calon presiden terkuat setelah Presiden Prabowo Subianto.

Namun, ada satu persoalan yang bisa menjadi pekerjaan rumah Gibran.

Di tengah munculnya prediksi tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya justru belum menunjukkan angka yang meyakinkan.

Berdasarkan survei ASI, sebanyak 40,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Gibran.

Sementara itu, 54,4 persen lainnya mengaku tidak puas.

Angka tersebut tentu menjadi catatan tersendiri jika Gibran benar-benar ingin melangkah lebih jauh dan membidik kursi calon presiden pada 2029.

Pasalnya, Hendri menilai Gibran memiliki peluang politik yang cukup besar setelah era Prabowo.

Bahkan, menurutnya, Pilpres 2029 belum tentu kembali menghadirkan duet Prabowo-Gibran seperti pada Pilpres 2024.

“Kalau setelah Pak Prabowo, yang paling kuat ya Gibran,” kata Hendri.

Menurut Hendri, apabila Prabowo kembali maju untuk periode kedua, Gibran justru bisa membangun jalur politiknya sendiri.

Dengan demikian, posisi Gibran pada 2029 tidak otomatis harus kembali menjadi calon wakil presiden.

Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan dukungan publik.

Tingginya angka ketidakpuasan terhadap kinerja Gibran menjadi tantangan yang tidak bisa begitu saja diabaikan.

Apalagi, bursa Pilpres 2029 diprediksi tidak hanya diisi oleh Gibran.

Hendri menyebut sejumlah nama lain yang berpotensi ikut meramaikan pertarungan, seperti Ganjar Pranowo, Puan Maharani hingga Pramono Anung.

Nama Megawati Soekarnoputri juga masih mungkin masuk dalam dinamika politik tersebut.

Di sisi lain, Hendri menilai perjalanan politik Gibran juga tidak bisa dilepaskan dari sosok Joko Widodo.

Menurutnya, Jokowi memiliki pengalaman politik yang panjang dan memahami strategi sekaligus momentum.

“Pak Jokowi ini orang yang pintar secara politik. Dia tahu strategi dan tahu kapan waktunya,” ujar Hendri.

Dengan kondisi tersebut, Gibran memang sudah mulai disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk 2029.

Namun, prediksi politik tersebut masih harus berhadapan dengan tingkat penerimaan masyarakat.

Survei yang menunjukkan lebih banyak responden tidak puas terhadap kinerja Gibran menjadi sinyal bahwa jalan menuju Pilpres 2029 tidak akan semudah sekadar mendapatkan tiket pencalonan.

Masih ada waktu bagi Gibran untuk memperbaiki citra sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

Sebab, kalau benar ingin maju sebagai calon presiden, modal politik saja belum tentu cukup.

Artikel terkait lainnya