DEMOCRAZY.ID – Pengakuan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kegagalan mendapat respons dari ekonom Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya.
Berly menilai pengakuan tersebut merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Namun, menurutnya, pengakuan kegagalan harus diikuti dengan perubahan mendasar dalam pelaksanaan program.
Berly mengatakan, mengakui kegagalan sebuah program tanpa melakukan perubahan justru berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar.
“Lebih baik sadar terlambat daripada tidak sama sekali,” ujar Berly, Rabu (9/9/2026).
Seperti diketahui, Zulkifli Hasan sebelumnya secara terbuka menyebut MBG sebagai program yang gagal.
Ia menyinggung besarnya anggaran yang telah dialokasikan pemerintah, sementara berbagai persoalan dalam pelaksanaan program masih terus terjadi.
Berly kemudian mengaitkan pernyataan Zulkifli Hasan tersebut dengan berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG, termasuk kasus keracunan yang menjadi perhatian publik.
“Menko Pangan Zulhas menyatakan MBG sebagai program gagal karena anggaran besar tapi masalah (keracunan) terus berlanjut,” tegasnya.
Menurut Berly, pengakuan tersebut semestinya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perubahan nyata terhadap program MBG.
Berly menekankan pemerintah perlu berhati-hati jika tetap menjalankan program yang telah dinyatakan gagal tanpa melakukan perubahan signifikan.
“Menyatakan satu program gagal tapi melanjutkan program tersebut tanpa perubahan adalah kegagalan yang lebih besar,” imbuhnya.
Ia pun menawarkan sejumlah opsi yang dapat dipertimbangkan pemerintah untuk menentukan arah program MBG ke depan.
Menurut Berly, setidaknya ada tiga pilihan, yakni menghentikan program sepenuhnya, melakukan suspensi untuk evaluasi total, atau melakukan revisi signifikan terhadap pelaksanaannya.
“Opsi MBG ke depan, full dihentikan, disuspend dan evaluasi total, dan revisi signifikan (SOP dan/atau target penerima),” tandasnya.
Bagi Berly, pengakuan bahwa MBG mengalami kegagalan seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, bukan sekadar mempertahankan program dengan pola pelaksanaan yang sama.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, mengalami kegagalan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Jumat, 4 September 2026.
Pengakuan itu disampaikan ketika Zulkifli Hasan menyinggung berbagai persoalan yang masih membayangi pelaksanaan MBG, meski program tersebut telah berjalan hampir dua tahun dengan dukungan anggaran yang besar.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan tidak menampik adanya persoalan dalam pelaksanaan program MBG.
“Apa yang gagal? MBG. MBG kita akui gagal,” ujar Zulkifli, Rabu (9/9/2026).
Ia kemudian menyinggung persoalan yang belum kunjung berhenti meski pemerintah telah menggelontorkan anggaran besar.
“Anggaran besar, sudah hampir dua tahun, masalah enggak berhenti, termasuk yang terakhir,” ucapnya.
Menurut Zulkifli Hasan, pemerintah tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.
Ia menyebut pembenahan manajemen menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG.
“Oleh karena itu MBG kita selesaikan. Manajemen yang masalah sudah diproses,” tukasnya.
Ia juga menyebut Presiden Prabowo telah menunjuk sosok baru untuk menangani program tersebut.
“Pak Presiden sudah nunjuk yang baru, anak muda, fresh, pinter, hebat,” imbuhnya.
Minta Waktu 1-2 BulanZulkifli Hasan meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah untuk melakukan pembenahan.
Ia optimistis berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat diselesaikan secara bertahap.
“Kasihlah waktu kita 1-2 bulan ini. Kita akan beresin bertahap, pelan-pelan,” tutur Zulkifli.
“1-2 bulan ini MBG kita akan selesaikan,” tambahnya.
Meski mengakui adanya kegagalan dalam pelaksanaan, Zulkifli Hasan menegaskan program MBG tetap diperlukan.
Ia menyebut pemberian makanan bergizi kepada anak-anak berkaitan dengan kewajiban negara untuk memastikan tidak ada anak dari keluarga miskin yang mengalami kekurangan gizi.
“Kenapa MBG harus dikasih? Karena perintah konstitusi, tidak boleh orang miskin anaknya kurang gizi,” tegas Ketua Umum PAN tersebut.
👇👇
menko pangan, zulhas mengakui MBG program gagal
Baca Juga“kita akuin MBG gagal. anggaran besar, udh mau jalan 2 tahun, masalah ga berhenti termasuk yg terakhir (korupsi)”
“tapi MBG harus tetap dijalankan krn perintah konstitusi. orang miskin harus diurus oleh negara” pic.twitter.com/tAGejlOJfE
— txtdrimedia (@txtdrimedia) September 9, 2026