Kupas Tuntas Analisis Pengamat: Budi Arie Adalah Representasi Jokowi, Kecurigaan Publik Soal Video Sengaja ‘Dibocorkan’ Dinilai Masuk Akal!

DEMOCRAZY.IDPengamat politik, Adi Prayitno, menyebut wajar jika publik menaruh curiga terhadap pernyataan kontroversial Budi Arie Setiadi beberapa waktu lalu.

Dikatakan Adi, posisi Budi Arie yang selama ini dikenal dekat dengan Presiden ke-7 RI Jokowi membuat setiap pernyataannya tidak mudah dipisahkan dari sosok Jokowi maupun kelompok relawan yang pernah dipimpinnya.

Adi bahkan menyebut Budi Arie saat ini telah menjadi salah satu figur yang dianggap merepresentasikan Jokowi di mata publik.

Budi Arie Dianggap sebagai Wajah Jokowi

Adi mengingat kembali posisi Budi Arie dalam barisan pendukung Jokowi, khususnya saat masih aktif bersama Projo.

Ia menyinggung sikap politik Budi Arie yang menurutnya selama ini kerap menegaskan bahwa sikap Projo sejalan dengan Jokowi.

“Orang tahu lah Budi Arie itu adalah, saya ingat persis sampai sekarang, yang selalu mengatakan bahwa merah kata Jokowi, merah kata Projo. Putih kata Jokowi, putih pula kata Projo,” ujar Adi, Minggu (7/9/2026).

Lanjut Adi, rekam jejak tersebut membuat publik memiliki persepsi tersendiri terhadap Budi Arie.

Karena itu, ketika Budi Arie menyampaikan pernyataan yang kontroversial, publik disebut tidak serta-merta menganggapnya sebagai pernyataan pribadi semata.

Skandal Politik Terbongkar! PDIP Tuding Budi Arie Jadi 'Boneka' untuk Suarakan Ambisi Terselubung Jokowi

Pernyataan Budi Arie Sulit Dipisahkan dari Jokowi

Adi mengatakan situasi tersebut berbeda jika pernyataan serupa disampaikan oleh tokoh yang tidak memiliki keterkaitan kuat dengan Jokowi.

Namun, menurut dia, posisi Budi Arie membuat pernyataannya memiliki bobot politik yang berbeda di mata publik.

“Jadi kalau yang ngomong orang lain, bukan siapa-siapa, nggak rame Bang, nggak rame,” tukasnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa persepsi publik terhadap Budi Arie saat ini sangat berkaitan dengan Jokowi.

“Ini wajah Pak Jokowi Budi Arie. Jadi sekalipun ini ngomong pribadi, nggak tahu, udahlah, ya kan?,” imbuhnya.

Adı Prayitno: Budi Arie Itu Per Hari Ini Wajahnya Pak Jokowi

Lebih lanjut, Adi kembali menekankan bahwa Budi Arie tidak lagi dipandang publik hanya sebagai individu yang menyampaikan pendapat pribadi.

Baginya, pengalaman dan posisi politik Budi Arie membuat publik memberikan label representasi Jokowi kepadanya.

“Budi Arie itu per hari ini adalah wajahnya Pak Jokowi,” jelasnya.

Adi memahami apabila Budi Arie maupun pihak terkait membantah adanya hubungan antara pernyataan tersebut dengan Jokowi, Projo, maupun relawan.

Namun, bantahan tersebut disebut belum tentu mengubah persepsi yang sudah terbentuk di tengah masyarakat.

Adi menyebut publik bisa saja menerima penjelasan bahwa pernyataan Budi Arie tidak berkaitan dengan kelompok-kelompok tertentu.

Budi Arie Tiup Isu Prabowo Tumbang Sebelu, 2029, Kader PDIP Nafsu Jokowi Ingin Berkuasa Lebih Lama Itu Nyata!

Termasuk jika dikatakan tidak ada kaitan dengan kelompok relawan yang selama ini berada di sekitar Jokowi.

“Sekalipun dibantah, tidak ada kaitannya dengan kelompok-kelompok yang hadir di situ, kawan-kawan Projo dan relawan,” tegasnya.

Meski demikian, kata Adi, persepsi publik terhadap Budi Arie tetap sulit dilepaskan dari Jokowi.

“Tapi publik per hari ini, per 100 persen, stempel Budi Arie itu adalah wajahnya Pak Jokowi,” bebernya.

Adi Prayitno Singgung Kemungkinan Bocor yang Disengaja

Yang kemudian menjadi persoalan, kata Adi, adalah munculnya dugaan bahwa pernyataan tersebut bukan sekadar ucapan spontan.

Ia mempertanyakan kemungkinan adanya informasi atau pernyataan yang sengaja disampaikan ke publik melalui Budi Arie.

“Nah, yang kemudian menjadi rumit, menurut saya adalah, jangan-jangan ini adalah bocor yang disengaja,” tandasnya.

Dengan posisi Budi Arie yang masih dianggap publik sebagai bagian dari lingkaran politik Jokowi, Adi menilai setiap pernyataan yang keluar darinya berpotensi memunculkan spekulasi dan perhatian lebih besar dibandingkan jika disampaikan tokoh lain.

Seperti diketahui, sebelumnya Budi Arie sempat menggemparkan publik dengan pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan sebelum 2029.

Pernyataan tersebut diduga mengarah pada pergantian pemimpin negara sebelum Pilpres 2029 mendatang.

Artikel terkait lainnya