Penyebar Video Budi Arie Kena Sanksi Tegas, Sekjen Projo: Tak Boleh Rekam Saat Pak Jokowi Berbicara!

DEMOCRAZY.ID – Pro Jokowi (Projo) mengambil langkah tegas terkait beredarnya video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang membahas kemungkinan percepatan Pemilu 2029.

Dalam video tersebut, Budi Arie terlihat membicarakan kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat.

Rekaman itu kemudian beredar luas di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum internal Projo yang turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.

Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik mengungkapkan bahwa organisasi telah memberikan sanksi kepada anggota yang diketahui menyebarkan rekaman tersebut hingga menjadi viral.

Namun, Freddy tidak mengungkapkan secara terperinci bentuk sanksi yang diberikan kepada anggota Projo tersebut.

“Secara organisasi, kami sudah memberikan sanksi kepada yang bersangkutan,” kata Freddy.

Freddy menjelaskan, pemberian sanksi tersebut berkaitan dengan aturan dokumentasi yang berlaku dalam forum internal Projo.

Menurutnya, terdapat ketentuan mengenai momen yang diperbolehkan untuk direkam oleh para relawan selama kegiatan berlangsung.

Ia mengatakan, relawan tidak diperbolehkan merekam Jokowi ketika mantan presiden tersebut sedang berbicara dalam forum.

“Sebetulnya yang saya pahami yang tidak boleh itu merekam Pak Jokowi ketika berbicara. Kalau merekam sesama relawan ketika berbicara, hanya untuk dokumentasi internal setahu saya ada beberapa yang melakukannya,” ujar Freddy.

Freddy juga menyayangkan rekaman tersebut kemudian diteruskan oleh pihak di lingkungan internal organisasi kepada pihak di luar forum hingga akhirnya tersebar luas dan menjadi bahan pembicaraan publik.

“Tujuan saya melakukannya sebagai Sekjen Projo juga untuk dokumentasi internal. Nah, yang menjadi masalah adalah ketika ada di internal DPP Projo yang mem-forward-nya keluar,” tuturnya.

Pernyataan Budi Arie

Sebelumnya, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan terjadinya percepatan Pemilu 2029 dalam forum yang turut dihadiri Joko Widodo.

Dalam video yang beredar, Budi Arie menyampaikan kepada Jokowi bahwa berdasarkan insting atau feeling-nya, situasi politik saat ini “kayaknya enggak sampai 2029”.

Budi Arie juga menggunakan istilah “patahan sejarah” untuk menggambarkan kemungkinan terjadinya perubahan politik yang lebih cepat.

“Tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029,” kata Budi dalam video tersebut.

Ia kemudian melontarkan pertanyaan kepada para peserta mengenai kemungkinan terjadinya percepatan.

“Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, gak?” ujarnya.

Peserta yang hadir kemudian menjawab, “Siap!”

Budi dalam kesempatan tersebut kemudian mengaitkan kemungkinan itu dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia juga menyinggung pengalaman Reformasi 1998 sebagai contoh perubahan politik yang berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

Menurut Budi, keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi dapat menjadi variabel yang memengaruhi dinamika politik nasional.

Artikel terkait lainnya