Soroti Momen Keakraban Prabowo Jokowi Gibran, Guru Besar UGM Ungkap Pandangan Soal Potensi Kudeta!

DEMOCRAZY.IDPakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar memberikan komentar khusus terkait foto Presiden Prabowo Subianto yang diapit oleh mantan Presiden Jokowi dan anaknya Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Foto yang memperlihatkan ketiganya ini kemudian viral dan jadi perbincangan hangat masyarakat terutama di media sosial.

Lewat salah satu pesan video di media sosial, Prof Zainal Arifin Mochtar melihat ada kesan mendalam sekaligus menarik dari tiga orang yang berada dalam satu frame foto yang jadi pembahasan itu.

“Saya punya satu foto, saya ingin anda punya kesan apa dengan foto itu,” katanya.

“Ada tiga orang dalam satu frame, satu adalah Presiden sebelumnya. Satu Presiden sekarang. Dan satunya anak Presiden yang dulu,” sambungnya.

Ia menyebut dan menjuluki tiga orang yang berada dalam satu frame foto itu adalah orang-orang yang tidak peduli dengan rakyatnya.

“Saya menjulukinya adalah kerja sama dari tiga orang yang tidak peduli dengan rakyat,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Zainal Arifin Mochtar menyebut foto menggambarkan bagaimana tiga orang yang punya rencana besar.

Rencana besar yang dimaksudnya adalah untuk terus melanggengkan kekuasaannya terhadap Indonesia.

“Tiga orang yang dalam tanda kutip menggadaikan masa depan bangsa demi yang namanya melanggengkan kekuasaan,” pungkasnya.

Prof Ucheng sapaan akrabnya menyebut, semua pihak tahu bahwa Jokowi telah memaksakan anaknya untuk ikut kontestasi pada pemilu 2024 lalu.

“Dipasangkan dengan orang yang paling banyak dia kritik dalam dua pemilu sebelumnya. Bahkan orang yang bisa dianggap, dalam bahasa dia ya, termasuk dalam bahasa rezim yang dibangun oleh Pak Jokowi, adalah orang yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih buruk, tapi kok bisa dia bawa anaknya ada di situ,” kata Prof Ucheng.

Hal itu menurutnya menjadi pertanyaan menarik. Dalam dunia politik kata dia, bisa jadi bahasa publik berbeda dengan bahasa yang jadi keinginan kekuasaan.

“Kekuasaan selalu punya imajinasinya sendiri, kekuasaan punya polanya sendiri, kekuasaan punya keinginannya sendiri, bahkan itu jauh dari keinginan publik, jauh dari barang ideal, jauh dari bahasa demokrasi yang harusnya kita bayangkan,” jelasnya.

Akademisi asal Sulawesi itu kembali mengajak masyarakat untuk melihat Presiden Prabowo yang diapit Jokowi dan Gibran.

“Lihat foto itu, resapi foto itu, lalu kemudian bayangkan, apa nasib bangsa Indonesia mendatang, bahkan jelang pemilu 2029,” imbuhnya.

Dia menyebut, masyarakat tidak akan pernah tahu apakah pada kontestasi pemilu mendatang mereka masih akan bersama atau justru gontok-gontokan.

“Mereka akan berantem, bertanding di 2029, atau mereka bersanding kembali.”

Yang jadi pertanyaan kata dia, apakah ada kepentingan rakyat di situ?

“Saya tidak yakin, karena pemilu 2024 sudah membuktikan, pemilu itu bukan untuk kepentingan rakyat, pemilu itu untuk kepentingan kekuasaan,” katanya.

Maka pertanyaan selanjutnya adalah apa wujud kepedulian masyarakat Indonesia.

“Dia mau bersanding, dia mau bertanding apa peduli kita. Karena lagi-lagi bahasanya tidak untuk rakyat,” tandasnya.

Karena itu, Prof Ucheng ingin menitipkan pesan kepada semua masyarakat Indonesia, pemilih rakyat Indonesia.

“Orang yang melihat kekuasaan, harusnya lebih berani untuk kritis. Presiden zaman dulu, presiden zaman sekarang, dan gunakan pemilu berikutnya sebagai sarana paling konstitusional untuk lakukan kudeta,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka HUT ke-81 RI di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026) kemarin

Ini beredar dan tertangkap kamera setelah Prabowo berdiri di podium untuk mengapresiasi Komandan Upacara beserta tim karena pelaksanaan 17-an di Istana berjalan dengan baik.

Di mana, podium terletak di antara tempat duduk yang diisi oleh para mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden.

Mantan Presiden berada di sisi sebelah kiri, sedangkan mantan Wakil Presiden di sebelah kanan.

Kemudian, terlihat juga di sekitarnya ada istri dari Jokowi yaitu Iriana dan istri dari Wapres Gibran, Selvi Ananda Putri.

Yang membuat ini semakin menarik yaitu sosok Presiden Prabowo justru berada sendiri di tengah-tengah keluarga tersebut.

Artikel terkait lainnya