Kerap Tuai Polemik, Pidato Prabowo Dibandingkan Dengan Jokowi: Baca 50 Buku Sehari Kalah Dengan Pembaca Komik!

DEMOCRAZY.IDPengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto yang kerap menuai polemik.

Padahal, Prabowo sebelumnya mengaku rajin membaca buku.

Pangi kemudian menyentil pernyataan Prabowo yang mengaku mampu membaca 50 buku dalam sehari.

Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak tercermin dalam sejumlah pidato Prabowo.

“Jadi bagaimana mungkin seorang Presiden Prabowo yang bacaannya 50 buku per hari, yang sering keluar negeri beli buku, rajin baca, tapi pidatonya tak mencerminkan orang yang intelektual,” kata Pangi dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Selasa (18/8/2026).

Pangi kemudian menyoroti salah satu pidato Prabowo yang menurutnya menunjukkan gestur seolah mengejek rakyat.

Menurut Pangi, gestur tersebut justru tidak mencerminkan sosok yang gemar membaca hingga 50 buku dalam sehari.

Bahkan, menurutnya, sikap tersebut tidak menunjukkan kewibawaan seorang presiden.

“Ngeledek-ngeledek rakyat gitu. Apa ya istilahnya. Meledek-ledek itu artinya seperti ngejek gitu dengan gerakan gestur nyenye-nyenye, dengan gerakan wajah seperti itu, seperti bukan seorang presiden,” ungkapnya.

“Gimana wibawanya,” sambung Pangi.

Tak hanya itu, Pangi juga menyoroti pidato Prabowo lainnya ketika sang presiden terlihat menjulurkan lidah.

“Sementara kalau kita lihat yang mengejek tadi dengan gerakan lidah manyun menjulur itu misalnya, kita kaget. Kok bisa begini,” imbuhnya.

Pangi mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Prabowo.

Namun, ia menduga perubahan tersebut berkaitan dengan citra “gemoy” yang sempat melekat pada Prabowo.

“Nah saya enggak tahu ini, apakah setelah beliau sering dulu goyang gemoy ini, sejak itu berubah. Jadi nggak bisa disepelekan,” ucapnya.

Bandingkan dengan Jokowi

Di sisi lain, Pangi membandingkan gaya pidato Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Pangi, Jokowi yang disebutnya hanya gemar membaca komik justru dinilai lebih mampu menjaga perasaan rakyat melalui pidatonya.

“Ketika beliau baca 50 buku, kok seolah-olah pidatonya Pak Jokowi dianggap lebih bisa jaga perasaan rakyat gitu, yang bacaannya cuma komik Doraemon sama Sinchan kan bacaannya,” paparnya.

Namun, jika melihat gaya pidatonya, Pangi menilai Jokowi lebih mampu memahami realitas masyarakat.

“Tapi kalah orang yang bacaannya 50 buku per hari, yang beli bukunya bahasa Inggris semua di luar negeri,” imbuhnya.

Menurut Pangi, perbandingan tersebut menjadi pertanyaan bagi banyak pihak.

“Nah, ini yang banyak orang bertanya. Ada apa sekarang, apakah ada barang selundupan juga yang membuat beliau dijauhkan dari rakyat?” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya