DEMOCRAZY.ID – Pujian Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia yang disebutnya sebagai salah satu orang cerdas di Indonesia berujung kritik tajam dari sejumlah kalangan.
Aktivis sosial, Said Didu bahkan menilai Prabowo sedang mendegradasi standar kecerdasan di negara ini ke titik paling rendah, dulu BJ Habibie menjadi patokan standar kecerdasan bangsa ini, namun sekarang diganti Bahlil yang asal-usul pendidikannya tidak jelas.
Merespons pernyataan Said Didu, dosen lintas budaya sekaligus jurnalis Indonesia, Ali Syarief lantas menghitung kecerdasan seluruh presiden yang pernah memimpin negara ini.
Dia mengatakan, Soekarno yang menjadi Presiden RI yang pertama jelas orang cerdas, latar belakang pendidikannya juga jelas yakni jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian Soeharto yang datang dari latar belakang militer juga masuk grade A disusul BJ Habibie, Gus Dur hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga masuk Grade A sementara Megawati Soekarnoputri masuk grade C.
“Presiden RI pertama adalah lulusan ITB. Pak Harto Jenderal beneran. Pak Habibie Professor dan ilmuwan. Gus Dur tokoh cendekiawan dan ulama. SBY jenderal intelektual. Grade-nya “A. Megawati (Grade “C”),” kata kata Ali Syarief, Selasa (11/8/2026).
Dia kemudian menyentil Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi Presiden ke-7 serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya pasang ayah dan anak itu menjadi presiden dan wakil presiden dengan kualitas paling kacau.
“Jokowi dan Gibran (Tak punya ijazah)- qualitas dan standar presiden/wapres RI jadi yg terendah,” tegasnya.
Presiden RI pertama adalah lulusan ITB. Pak Harto Jenderal beneran. Pak Habibie Professor dan ilmuwan. Gus Dur tokoh cendikiawan dan ulama. SBY jenderal intelektual. Grade nya “A”.
Baca JugaDari sejak Megawati (Grade “C”). Jokowi dan Gibran (Tak punya ijazah)- qualitas dan standar…
— Ali Syarief – アリ・シャリーフ (@alisyarief) August 10, 2026
Sebelumnya Aktivis Sosial dan Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengeritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memuji kecerdasan Lahadalia, dimana kepala negara mengatakan Bahlil adalah salah satu orang pintar di negara ini kendati dirinya adalah jebolan universitas yang tak terkenal.
Menurut Said Didu, pernyataan Prabowo secara tak langsung mengubah standar kecerdasan di negara ini, alih-alih mematok standar yang lebih tinggi, Prabowo justru mendegradasinya ketitik paling rendah, sebab sejak dulu masyarakat Indonesia menjadikan Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie sebagai standar kecerdasan bangs ini.
Presiden RI ke-3 ini dengan julukan Mr. Crack itu memang dikenal sangat cerdas, ia merupakan penemu Teori Habibie (Crack Progression Theory) yang mampu menghitung titik awal retakan pada sayap dan badan pesawat terbang.
Selain itu ia juga dijuluki sebagai Bapak Teknologi Indonesia.
“Dulu standar kecerdasan adalah Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang lulus Doktor Summa Cumlaude di Jerman,” ujar Said Didu.
Sayangnya standar kecerdasan yang sudah dianggap ‘sakral’ oleh mayoritas masyarakat Indonesia itu, justru acak-acak Prabowo yang seolah-olah menyandingkan Habibie dengan Bahlil.
Menurut Said Didu ini jelas tidak bisa diterima akal sehat, bahkan ia mengatakan gelar doktor yang diraih Bahlil adalah hasil menjiplak karya ilmiah orang lain.
“Sekarang, standarnya adalah Bahlil Lahadalia (kata Pak Prabowo). Kampusnya tidak jelas dan ketahuan ngejar doktor lewat jiplakan desertasi. Dan yang dipuji adalah Bahlil yang sekolahnya gak jelas – bahkan sekolah seakan tidak penting lagi,” kata Said Didu.
Dulu standar kecerdasan adalah Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yg lulus Doktor Summa Cumlaude di Jerman.
Skrg, standarnya adalah Bahlil Lahadalia (kata Pak Prabowo) yg kampusnya tdk jelas dan ketahuan ngejar Doktor lewat jiplakan Desertasi.Baca Juga— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) August 10, 2026
Diketahui, Prabowo mengatakan kecerdasan seseorang sama sekali tidak bergantung pada instansi pendidikan, kecerdasan lahir karena berbagai faktor.
“Kecerdasan itu bukan dari sekolah menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah. Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi Pak Bahlil,” tegas Prabowo.
“Saya kira sekolahnya nggak terlalu terkenal Pak Bahlil. Kalau dicari di internet kampusnya udah nggak ada. Dan itu sudah kita buktikan di mana-mana. Tidak menjamin sekolahnya di mana. Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua,” tambahnya memungkasi.
prabs:
“menurut saya, kecerdasan bukan berasa dari sekolah. buktinya pak bahlil”“sekolahnya ga terlalu terkenal, kampusnya kalau dicari di google udah gada. jadi sekolahnya dmna tidak menjamin, udah dibuktikan” pic.twitter.com/trxk6WGn4X
— txtdrimedia (@txtdrimedia) August 8, 2026