DEMOCRAZY.ID — Peta persaingan menuju bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menunjukkan dinamika yang menarik dan penuh kejutan.
Hasil riset dari dua lembaga survei terkemuka, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indonesia Political Opinion (IPO), merekam pergerakan elektabilitas sejumlah tokoh nasional yang digadang-gadang bakal menjadi kontestan utama.
erdasarkan hasil survei SMRC yang dilangsungkan pada 5 hingga 19 Juli 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara mengejutkan melejit ke puncak bursa elektabilitas calon presiden dengan raihan fantastis di angka 35 persen.
Ia berada di atas Presiden petahana Prabowo Subianto yang mengantongi 14,5 persen, serta mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengekor di tempat ketiga dengan 8,2 persen.
Sementara itu, figur-figur lain turut menghiasi bursa, di antaranya:
Di luar angka elektabilitas tersebut, SMRC juga menyoroti sinyal merah terkait rapor pemerintahan.
Approval rating atau tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat merosot tajam ke angka 51,1 persen, anjlok drastis jika dibandingkan catatan pada November 2025 yang sempat menyentuh 81,2 persen.
Penurunan legitimasi ini beririsan langsung dengan naiknya tingkat pesimisme masyarakat terhadap sektor ekonomi.
Sebanyak 49,4 persen responden dalam survei SMRC menilai kondisi ekonomi nasional saat ini berada dalam kategori buruk atau sangat buruk—melonjak jauh dibanding angka 22,7 persen pada periode November 2025 lalu.
Di sisi lain, potret yang sedikit berbeda dibukukan oleh lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang turun ke lapangan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Dalam skema simulasi terbuka versi IPO, Presiden Prabowo Subianto masih kokoh memegang takhta tertinggi dengan elektabilitas 23,4 persen, dibayangi ketat oleh Dedi Mulyadi di posisi kedua dengan 21,7 persen, serta Anies Baswedan di urutan ketiga dengan 11,5 persen.
Namun, ketika simulasi dipersempit ke dalam bursa sepuluh nama tokoh potensial, peta dukungan kembali bergeser.
Dedi Mulyadi sukses mengambil alih posisi puncak dengan perolehan 29,5 persen, menggeser Prabowo ke tempat kedua dengan 19 persen, dan Anies di posisi ketiga dengan 12,7 persen.
Deretan nama lain yang ikut terekam dalam bursa sepuluh besar versi IPO meliputi:
Dua hasil survei dari lembaga berbeda ini memperlihatkan bahwa panggung politik nasional menuju 2029 masih sangat cair.
Melejitnya tren dukungan terhadap kepala daerah seperti Dedi Mulyadi di satu sisi, berpadu dengan kepuasan publik yang tergerus oleh tekanan ekonomi, menjadi sinyal kuat bahwa kontestasi ke depan bakal menyuguhkan pertarungan narasi dan kinerja yang jauh lebih ketat.