

DEMOCRAZY.ID – Tersangka dalam perkara dugaan fitnah terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rizal Fadillah, mendesak agar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dicopot dari jabatannya dan diperiksa aparat penegak hukum.
Bukan tanpa alasan, nama Pratikno kerap disebut dalam dengan ijazah Jokowi.
Rizal menyebut Pratikno sebagai sosok yang telah lama mendampingi Jokowi sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Ia kemudian menguraikan riwayat jabatan Pratikno di Universitas Gadjah Mada (UGM), mulai dari Ketua Program Studi Ilmu Politik Pascasarjana, Dekan FISIP UGM, hingga Rektor UGM.
“Pada 2012 saat mendaftar Cagub DKI, diduga ijazah palsu UGM itu dibuat di Pasar Pramuka. Pratikno adalah penasehat intelektual Jokowi dan actor intellectual pembuatan ijazah palsu Jokowi,” ujar Rizal, Jumat (7/8/2026).
Rizal juga mengaitkan pengangkatan Pratikno sebagai Menteri Sekretaris Negara pada masa pemerintahan Jokowi serta posisinya di Majelis Wali Amanat UGM.
“Tahun 2014 saat Jokowi terpilih menjadi Presiden, Pratikno diangkat sebagai Mensesneg untuk masa jabatan 10 tahun,” ucapnya.
“Sepanjang Jokowi menjabat Presiden perlindungan ijazah aman di ketiak Pratikno. Ia pun merangkap sebagai Ketua Majelis Wali Amanat UGM periode 2021-2026,” tambahnya.
Tidak berhenti di situ, kata Riza, giliran Prof Ova Emilia yang dimandat sebagai Rektor UGM 2022-2027.
“Pratikno dititipkan Jokowi kepada Prabowo sebagai Menko PMK yang membawahi Kemenristedikti. Tentu agar rahasia UGM tetap dalam genggamannya,” jelasnya.
Rizal juga mengutip pernyataan yang ia kaitkan kepada Prof. Yudhie Haryono serta menyebut sejumlah nama lain yang menurutnya berkaitan dengan polemik tersebut.
Lebih jauh, Rizal mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut pihak-pihak yang menurutnya terlibat, termasuk di dalamnya Pratikno.
“Mabes Polri harus segera bergerak. Prabowo tidak boleh tinggal diam. Mulai dengan copot Pratikno lalu Polisi menangkap Pratikno,” cetusnya.
Ia menekankan bahwa kepolisian memiliki kemampuan untuk menelusuri dugaan tersebut apabila memang ingin mengusutnya.
“Kepolisian tahu cara pengusutan dari tingkat pengambil kebijakan hingga para pembuat di lapangan. Tidak sulit jika ada kemauan. Stop segera kegaduhan. Hentikan kebohongan dan penipuan,” terangnya.
Rizal bilang, sosok Pratikno bukan orang sembarangan, karena merupakan pemain watak serta penasihat intelektual Jokowi.
“Pratikno bertindak sebagai tokoh penentu dalam pemalsuan ijazah Jokowi di Pasar Pramuka. Jokowi, Pratikno, Eko Sulistyo, dan Paiman Raharjo merupakan kwartet pengguncang bangsa. Tidak percaya? Ayo dorong Bareskrim Mabes Polri untuk segera mengusut,” kuncinya.
Hingga berita ini diturunkan, nama-nama yang disebutkan Rizal Fadillah belum memberikan keterangan atas tuduhan yang mengarah kepada mereka.