Terungkap Fakta! Saat Baru 4 Bulan Jadi Presiden, Prabowo Disebut Mulai Berontak dan Lawan Jokowi, Ini Buktinya

DEMOCRAZY.ID — Panggung perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Februari 2025 silam, kembali dibedah dari sudut pandang psikologi politik tingkat tinggi.

Pekikan “Hidup Jokowi” yang sempat dilontarkan Presiden Prabowo Subianto di hadapan sang pendahulu kini ditafsirkan bukan sebagai bentuk ketundukan, melainkan sandi perlawanan terselubung dari dalam istana.

Di Luar Skrip: Ketika Teriakan “Hidup Jokowi” Dibaca Sebagai Kode Perlawanan

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, mengungkapkan bahwa pekikan kontroversial tersebut sempat membuat kaget seluruh peserta dan elite yang hadir karena sama sekali tidak tercantum dalam naskah pidato resmi.

Menurutnya, gestur verbal yang keluar secara spontan di tengah kegalauan politik internal partai justru menyiratkan adanya resistensi yang tengah bergejolak di lingkaran pendukung Prabowo.

“Kenapa dia harus teriak itu? Semua kaget kan?… Apa yang harus dijelaskan atau ditegaskan dengan teriakan itu? Perlawanan dong kalau orang merasa perlu berteriak itu… Kalau orang cenderung hanya ingin mendukung, kenapa harus berteriak ‘Hidup Jokowi’?” ujar Lukas melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (5/8).

Ia bahkan mengklaim mendapat bocoran informasi dari sumber terpercaya di lingkaran dalam yang mengonfirmasi ketegangan sikap ihwal arah relasi kedua tokoh tersebut.

“Saya dapat ya info ya A1, A setengah malah, sebenarnya Prabowo sedang galau karena itu tidak ada skrip. Jadi di internal Gerindra waktu itu sudah mulai ada perselisihan dalam merespon bagaimana nih relasi Prabowo dan Jokowi,” ungkapnya.

Bagi Lukas, momen insidentil tersebut menjadi titik balik krusial yang menandai keretakan aliansi strategis antara sang presiden petahana dan pendahulunya.

“Nah, saya boleh katakan sekarang bahwa teriakan hidup Jokowi yang kontroversial itu adalah awal dari akhir cozy relation, hubungan yang nyaman yang harmonis antara Prabowo dan Jokowi. The beginning of the end,” tandasnya.

Panggung Sentul dan Dinamika Relasi Kuasa

Seperti diketahui, dalam acara puncak peringatan HUT Gerindra pada Sabtu (15/2/2025) yang turut dihadiri langsung oleh Jokowi serta para petinggi Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo sempat menyampaikan apresiasi atas dukungan koalisi sebelum akhirnya melepaskan pekikan yang memicu tafsir beragam di ruang publik.

“Kita diberi kepercayaan oleh rakyat bersama kawan-kawan kita dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), dan saya katakan di sini bahwa kita berhasil mendapat kepercayaan rakyat karena dukungan teman-teman Koalisi Indonesia Maju semuanya,” kata Prabowo di atas mimbar.

“Dan saya katakan di sini, kita berhasil karena kita didukung oleh Presiden ke-7 (Jokowi). Tepuk tangannya kurang semangat! Semangat lagi. Hidup Jokowi!” pekiknya saat itu.

👇👇

Di tengah arus spekulasi mengenai pergeseran peta kekuatan nasional—termasuk dinamika penempatan figur-figur penting di panggung global—perang pembacaan terhadap gestur politik para elite ini terus bergulir, menguji seberapa jauh ketegangan di jantung kekuasaan benar-benar bertransformasi menjadi kebijakan nyata.

Artikel terkait lainnya