Skandal Ijazah Palsu Makin Terang, Beathor Suryadi Bongkar Bukti Telak: Ijazah Jokowi Cetakan Pasar Pramuka 2012!

DEMOCRAZY.IDPolemik keaslian ijazah mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali disorot tajam oleh politikus PDI Perjuangan, Beathor Suryadi.

Dalam pernyataan terbarunya pada Senin (3/8/2026), Beathor melontarkan dugaan kontroversial yang menyebut bahwa berbagai fakta yang beredar kian memperkuat pandangannya bahwa ijazah tersebut merupakan dokumen cetakan Pasar Pramuka tahun 2012.

Pernyataan tersebut dilontarkan Beathor dengan merujuk pada penjelasan Prof. Firman—yang disebutnya sebagai ahli hukum dari tim advokat Jokowi—mengenai proses legalisasi ijazah yang dilakukan penyidik kepolisian setelah dokumen itu disita.

Beathor mempertanyakan urgensi aparat kepolisian yang harus meminta legalisasi ulang ke Universitas Gadjah Mada (UGM) jika ijazah tersebut sejak awal memang sah dan asli.

“Untuk pembuktian ijazah Jokowi, kenapa polisi meminta legalisir ke UGM?” ujar Beathor dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Soroti Dokumen Tanpa Tanggal Legalisasi dan Sitaan Juli 2025

Selain mempertanyakan langkah kepolisian, Beathor turut mengutip pemaparan Bonatua Silalahi yang diklaim telah mengantongi sejumlah dokumen legalisasi ijazah Jokowi yang pernah dipakai dalam proses pendaftaran di KPUD Solo, KPUD DKI Jakarta, hingga KPU RI.

Menurut Beathor, seluruh dokumen legalisasi tersebut janggal lantaran tidak mencantumkan tanggal legalisasi.

Padahal, semestinya proses legalisasi dilakukan bertepatan dengan waktu pendaftaran pencalonan kepala daerah maupun presiden, yakni pada tahun 2005, 2010, 2012, 2014, dan 2019.

Ia juga menyoroti klaim dari penjelasan Prof. Firman bahwa penyidik kepolisian baru melakukan penyitaan ijazah Jokowi pada Juli 2025, sebelum akhirnya membawa dokumen tersebut untuk dilegalisasi di UGM pada Agustus 2025.

Dari rangkaian linimasa tersebut, Beathor menilai ada banyak kejanggalan prosedural yang perlu dijawab secara transparan oleh pihak-pihak terkait.

Meskipun demikian, berbagai dugaan yang disampaikan Beathor merupakan pandangan pribadi dan hingga saat ini belum pernah dibuktikan atau dinyatakan sah melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan ijazah Jokowi palsu ataupun menetapkan adanya tindak pidana terkait tuduhan tersebut.

@officialinews Politisi PDIP Beathor Suryadi mengklaim ijazah S1 Jokowi yang dituding palsu pernah dicetak ulang secara buru-buru di Pasar Pramuka, Jakarta Timur sebelum Jokowi menyalonkan Gubernur Jakarta. “Ada pertemuan yang membahas kekurangan dokumen Jokowi untuk dibawa ke KPU. Sehingga dicari jalannya ketemu dengan Dani Iskandar dan kawan-kawan itu. Maka disitu lah dirancang, didesain ijazah itu dibuat.” ujarnya saat berdialog di program iNews Room pada Rabu (18/6/2025). Baca selengkapnya di sini: https://www.inews.id/ #IjazahJokowi #IjazahPalsu #BeathorSuryadi #PasarPramuka #Jokowi #JokoWidodo ♬ suara asli – OfficialiNews

Artikel terkait lainnya