

DEMOCRAZY.ID — Langkah manuver politik Partai Gerakan Rakyat (PGR) yang secara terbuka mendeklarasikan dukungannya kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pemilu 2029 langsung memantik analisis tajam dari para pengamat.
Pengamat politik nasional, Adi Prayitno, menilai langkah tersebut merupakan strategi kalkulatif demi mendulang keuntungan elektoral secara masif.
Menurut Adi, jika PGR nantinya lolos verifikasi faktual dan sah melenggang sebagai partai politik peserta Pemilu 2029, target utama yang diincar di balik pengusungan Anies tidak lain adalah memanen coattail effect atau efek ekor jas.
“Kalau betul Partai Gerakan Rakyat ini lolos sebagai peserta pemilu dan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden, maka yang diharapkan pasti apa yang disebut dengan coattail effect,” ungkap Adi melalui kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (27/7/2026).
Adi menjelaskan, fenomena efek ekor jas bekerja ketika basis massa yang loyal mendukung seorang figur sentral—dalam hal ini Anies Baswedan—turut mengalirkan suaranya kepada partai pengusung dalam pemilihan legislatif (Pileg).
“Supaya orang-orang yang merasa suka, merasa dukung, dan memilih Anies Baswedan di pilpres kalau jadi maju, kira-kira begitu. Maka harapannya, Partai Gerakan Rakyat itu akan mendapatkan faedah elektoral, elektabilitas naik secara signifikan. Dan kemudian mendapatkan keuntungan ya,” urai Adi.
Bagi partai politik baru atau partai non-parlemen, kehadiran figur calon presiden dengan basis massa yang kuat kerap dijadikan jangkar penyelamat untuk melewati ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
“Supaya perolehan pilegnya juga bisa kelihatan, terutama untuk bisa meloloskan partai ini bisa lolos ke parlemen,” tandasnya.
Sebelumnya, sinyal kuat ini diumumkan tanpa ragu oleh Ketua Umum PGR, Sahrin Hamid.
Kepastian tersebut ditegaskan Sahrin bertepatan dengan momen pendaftaran PGR secara resmi sebagai partai politik calon peserta Pemilu 2029 ke Kementerian Hukum (Kemenkum) pada Kamis (23/7/2026).
Di hadapan publik dan awak media, Sahrin memastikan bahwa gerbong partainya sudah memiliki arah jangkar yang jelas jika nantinya lolos sebagai kontestan pemilu.
“Baik, baik. Teman-teman, ada pertanyaan, apakah jika Partai Gerakan ini sah menjadi partai politik, apakah mencalonkan Anies sebagai calon presiden? Nah, itu pertanyaannya. Mungkin susah disampaikan, tapi jawabannya insyaallah mudah,” ujar Sahrin.
“Jawabannya adalah bila Partai Gerakan Rakyat ditetapkan menjadi partai peserta pemilu, maka oleh konstitusi dinyatakan dapat mengusulkan calon Presiden Republik Indonesia, maka sudah dipastikan calon presidennya adalah Anies Rasyid Baswedan!” tegasnya mantap.
Dengan langkah awal yang agresif ini, peta persaingan menuju 2029 dipastikan mulai menghangat.