Peringatan Keras Ekonom Amerika: Program MBG Berubah Jadi ‘Jerat’ Ekonomi-Politik Yang Cekik Prabowo!

DEMOCRAZY.ID — Bahaya laten mengintai ambisi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor kesejahteraan sosial.

Ekonom kawakan asal Amerika Serikat yang juga mantan penasihat ekonomi era Presiden Soeharto, Steve Hanke, melontarkan peringatan terbuka mengenai kerentanan struktural yang mulai membelit program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sorotan tajam Hanke tertuju pada manuver politik tingkat tinggi yang dimainkan oleh PDI Perjuangan.

Partai banteng moncong putih tersebut secara resmi melarang seluruh kader dan anggotanya untuk terlibat langsung dalam rantai bisnis pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG.

“Partai PDI-P, yang didirikan oleh Megawati Sukarnoputri, menyatakan anggotanya akan dilarang mengelola dapur dalam program makan gratis Prabowo. Program makan gratis Prabowo sedang berubah menjadi jerat ekonomi dan politik di leher Prabowo,” tulis Hanke melalui akun resminya, dikutip Kamis (23/7/2026).

👇👇

Benteng Banteng: Larangan Keras Kader Terjun ke Bisnis Dapur MBG

Langkah taktis yang dibaca oleh ekonom asing tersebut sejalan dengan instruksi terbuka yang sebelumnya dikumandangkan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto.

PDI-P secara tegas menutup rapat pintu bagi kadernya untuk mencari untung atau mengambil porsi komersial dalam proyek mercusuar tersebut.

Sanksi internal tanpa kompromi telah disiapkan bagi kader yang nekat membandel.

Partai beralasan bahwa program pemenuhan gizi masyarakat mutlak harus dijauhkan dari potensi konflik kepentingan, politisasi anggaran, hingga aroma praktik rente.

Bahkan, sebagai bentuk tekanan institusional, kubu PDI-P mengaku telah melayangkan surat resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperjelas batasan tata kelola, meski hingga kini klaim surat tersebut belum mendapat respons memadai.

“Karena kami sudah melarang anggota dan kader PDI Perjuangan untuk terlibat dalam program tersebut, maka kami berkirim surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Sampai sekarang kami belum menerima jawaban dari surat tersebut. Kami akan tunggu, kalau tidak ada respons, kami akan kirim surat kembali,” tegas Hasto saat ditemui di FISIP Universitas Airlangga, Surabaya.

Ketika Kebijakan Sosial Berubah Menjadi Medan Ranjang Politik

Peringatan dari seorang ekonom sekelas Steve Hanke menegaskan bahwa kalkulasi di balik program MBG bukan lagi sekadar urusan membagikan makanan kepada anak-anak sekolah.

Ketika kekuatan oposisi mulai mengambil jarak tegas sambil mengawasi celah potensi penyelewengan, risiko fiskal dan politik bergeser menjadi beban berat yang siap menghantam stabilitas Istana.

Di satu sisi, pemerintah harus memastikan roda distribusi dapur umum berjalan masif demi memenuhi janji kampanye.

Namun di sisi lain, ketegangan politik, resistensi partai luar, serta ancaman jerat ekonomi makro seperti yang disuarakan Hanke membuat posisi program andalan ini kian berada di ujung tanduk.

Artikel terkait lainnya