DEMOCRAZY.ID – Video Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres Pilpres 2024 kembali viral di media sosial.
Politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli turut berkomentar.
Dia menyoroti gestur Gibran ketika berhadapan dengan Mahfud MD.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Romli mengkritik sikap Gibran dalam debat tersebut.
Dia menilai gestur itu tidak mencerminkan penghormatan terhadap Mahfud yang merupakan guru besar hukum tata negara dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
“Jejak digital memang tidak pernah mati,” kata Romli dalam video tersebut, dikutip Senin (12/10/2026).
Romli mengingatkan kembali momen ketika Gibran melontarkan istilah greenflation kepada Mahfud.
Saat Mahfud memberikan jawaban, Gibran terlihat menoleh ke kanan dan kiri sambil membungkukkan badan.
FYI :
Mahfud MD.
S1 UII, S1 UGM, S2 UGM, S3 UGMBaca JugaMuhaimin Iskandar
S1 UGM, S2 UI, dapat Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa dari UNAIR.Masa Debat lawan orang yang cuma lulusan SMP, mana terbukti ngga ada ijazah SMA nya lagi… 🤣🤣
Gibrann Gibran, makanya jangan tengil waktu debat, kebuka kan kebobrokan lu.
— men sana in koperasi disano (@ejaaipongg) October 7, 2026
Menurut Romli, gestur tersebut bukan bagian dari adu gagasan yang semestinya ditampilkan dalam debat kandidat.
Dia menyebut tindakan itu sebagai gimik yang merendahkan lawan debat.
“Bukan adu gagasan, tapi gimik hinaan,” ungkap Romli.
Dia juga menyinggung reaksi publik saat debat berlangsung pada Januari 2024.
Menurut Romli, sikap Gibran ketika berhadapan dengan Mahfud kala itu telah menuai kritik.
Romli kemudian membandingkan sikap Gibran dengan Mahfud yang dinilainya mampu menahan diri selama debat.
Dia juga mengaitkan kritik terhadap Gibran dengan polemik dokumen pendidikan yang belakangan kembali menjadi perhatian publik.
Mahkamah Konstitusi (MK) pada 6 Oktober 2026 menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan pendidikan Gibran setingkat SMA.
Namun, permohonan sengketa tersebut dinyatakan tidak dapat diterima karena pemohon tidak memiliki kedudukan hukum.
Di sisi lain, Romli menyinggung komentar warganet yang kembali menyindir Gibran setelah rekaman debat itu beredar.
Salah satu komentar yang dia kutip mengaitkan polemik ijazah dengan gestur Gibran saat berhadapan dengan Mahfud.
Dia menilai jabatan wakil presiden tidak serta-merta menghadirkan wibawa.
Menurut Romli, sikap dan adab juga menjadi bagian penting dalam membangun penghormatan publik.
Romli mengutip sindiran warganet yang menyinggung dokumen pendidikan Gibran.
“Cari ijazah SMA-nya ya,” kata Romli mengutip komentar tersebut.