Tere Liye: Mau Jungkir Balik Argumennya, Faktanya Jokowi Mengkhianati PDIP!

DEMOCRAZY.ID – Penulis kondang Indonesia, Tere Liye, menyoroti hubungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan PDI Perjuangan melalui unggahan berjudul Negeri Para Pengkhianat di akun Facebook pribadinya.

Dalam tulisannya, Tere Liye menyebut fakta bahwa Jokowi telah mengkhianati partai yang membesarkannya.

“Mau jungkir balik argumennya, adalah fakta: Jokowi mengkhianati PDIP,” tulis Tere Liye, Minggu (8/11/2026).

Tere Liye lantas mengurai perjalanan politik Jokowi bersama PDIP sejak awal.

Ia menyebut Jokowi bergabung dengan PDIP tahun 2004, menjadi pengurus di DPC Solo.

Saat itu posisi Jokowi hanyalah pengusaha mebel, jabatannya Ketua Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo) Solo.

“Dengan kelihaiannya, meski hanya pengurus DPC, dia bisa maju sebagai calon wali kota Solo 2005, ketua DPC justru hanya jadi wakilnya. Jokowi menang tipis, 36%, dan jadilah dia wali kota Solo,” urai alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Menurut Tere Liye, Jokowi terus dibesarkan oleh PDIP.

Pada 2010, Jokowi menang lagi sebagai wali kota Solo periode kedua secara telak.

Dan tahun 2012, dengan Esemka dan segala kehebohannya, dia dibawa PDIP ke level nasional, jadi cagub Jakarta.

Berkoalisi dengan Gerindra, alias dibantu juga oleh Prabowo.

“Baru dua tahun di Jakarta, 2014, PDIP memberikan pintu lebar jadi capres, Megawati tidak maju, dan kali ini dia berhadapan dengan Prabowo,” sambungnya.

Selama 10 tahun berkuasa, kata Tere Liye, PDIP berdiri tegak membela dan mendukung Jokowi. Memasang badan, melindungi.

Kader-kader PDIP menyalak buas ke siapa pun yang mencoba mengganggu Jokowi.

“Megawati lebih-lebih, dengan gayanya yang begitulah, kadang sok kuasa, tapi jelas dia menganggap Jokowi itu seperti anak, atau adik. Atau mbuh-lah,” ujarnya.

Sayang, hubungan harmonis itu usai. Ada yang berselingkuh.

Tere Liye mencatat, pada November 2022 Jokowi bilang capres berambut putih.

April 2023, dia juga hadir saat deklarasi Ganjar sebagai capres oleh PDIP.

Dia masih taat pada partai yang membesarkannya. Dia memuji Ganjar. Pulang ke Jakarta satu mobil.

“Tapi bulan-bulan berikutnya, hatinya berubah,” tulis Tere Liye.

“Apa sebab? Hanya Jokowi yang tahu persis. Kalau dengerin bualan fansnya sih banyak teorinya. Tapi mau apapun alasannya: Jokowi memutuskan mengkhianati PDIP/Megawati. Oktober 2023, Gibran resmi dinyatakan sebagai cawapres. Jokowi all out mendukung Prabowo. Termasuk keluarganya, mantu, anak, istri, Paman, dkk,” lanjutnya.

“Itulah kronologis simpelnya,” kata Tere Liye.

Ia menegaskan tidak perlu menganalisis penyebab bertele-tele.

“Saya tidak perlu sok sibuk menganalisis penyebab. Saya simpel mau bilang: Jokowi adalah pengkhianat. Berselingkuh. Dan dalam politik, itu biasa saja. Sah. Elit-elit itu fokus pada kekuasaan. Memastikan hasrat keluarganya terus berkuasa,” kritiknya.

Hanya saja, dia menyayangkan rakyat Indonesia umumnya banyak yang tidak paham dengan situasi dan fakta tersebut.

“Sial. Rakyatnya yang tidak kunjung paham,” pungkas Tere Liye.

Artikel terkait lainnya