DEMOCRAZY.ID – Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 memicu beragam spekulasi di media sosial China.
Itu setelah potongan video yang berisi analogi mengenai “tamu yang datang untuk berdagang lalu merampok” beredar luas di berbagai platform digital.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga kepentingan nasional melalui ilustrasi mengenai tamu yang datang ke suatu rumah.
“Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini katanya mau dagang, lama-lama ngerampok,” ujar Prabowo tanpa menyebut nama negara tertentu.
Presiden juga menggambarkan masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang ramah dan selalu menghormati tamu, bahkan rela meminjam gula dan kopi kepada tetangga demi menjamu tamu dengan baik.
Video di Akhir Artikel
Namun, potongan pidato tersebut kemudian memunculkan berbagai komentar dari warganet China yang menduga pernyataan itu ditujukan kepada Negeri Tirai Bambu.
Sejumlah komentar bahkan mempertanyakan kelanjutan investasi China di Indonesia dan menyatakan keraguan terhadap hubungan kedua negara.
Menanggapi berkembangnya spekulasi tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan interpretasi yang beredar di media sosial maupun sebagian media tidak sesuai dengan fakta.
“Hubungan Indonesia dan China tetap berada pada jalur positif,” katanya, Kamis, kemarin.
“Hubungan ini berjalan dengan fondasi kerja sama yang kuat di bidang perdagangan, investasi, pembangunan, serta penguatan rantai industri dan rantai pasok.”
Pemerintah China berharap hubungan kedua negara sebagai mitra strategis dan sesama negara berkembang tetap berkembang secara konstruktif, terlepas dari berbagai spekulasi yang muncul di ruang digital.
👇👇