DEMOCRAZY.ID – Nama Yuenchi Arwindi belakangan menjadi sorotan publik usai beredar narasi yang mengatakan dirinya masuk dalam pusaran kasus Febrie Adriansyah
Menanggapi tudingan tersebut, Yuenchi Arwindi angkat bicara dengan membantah dugaan terima dana dari eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Hal itu disampaikannya lewat Surat Klarifikasi dengan menyebutkan beberapa fakta terkait pekerjaannya yang juga barada di dunia hukum sebagai seoarang advokat.
Dalam surat itu, Yuenchi menyampaikan bahwa pada periode Februari hingga September 2025 dirinya bekerja sebagai Advokat di Bima Sena Law Firm.
Selama bekerja di perusahaan tersebut, dirinya hanya menangani satu perkara yaitu berkaitan dengan PPKH milik Perusahaan Bakrie.
Ia juga menjelaskan, dana petty cash yang berada dalam pengelolaannya setiap bulan berkisar Rp5-Rp10 juta.
Dana tersebut seluruhnya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional kantor, bukan penerimaan pribadi maupun dana yang berasal dari pihak lainnya.
Pada Agustus 2025, Bima Sena Law Fim menerima Surat Panggilan Klarifikasi dari Markas Besar Kepolisian (Mebes Polri) RI.
Namun, surat tersebut tidak diterima secara langsung oleh Yuenchi, sehingga tida mengetahui adanya panggilan tersebut.
Sejak Oktober 2025 hingga saat ini, Yuenchi masih bekerja sebagai Advokat pada Husendro & Partners Law Firm.
“1. Bahwa pada periode Februari 2025 sampai dengan September 2025, saya bekerja sebagai Advokat pada Bima Sena Law Firm;
2. Bahwa selama bekerja di kantor hukum tersebut, saya menjalankan tugas bersama Managing Partner, seorang Senior Lawyer sebagai mentor, serta seorang staf administrasi
3. Bahwa selain menjalankan tugas sebagai Advokat, saya juga diberikan tanggung jawab administratif sebagai General Affairs, yang meliputi penyusunan dokumen hukum (legal drafting) serta pengelolaan petty cash kantor yang digunakan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan operasional kantor,
4. Bahwa selama bekerja di Bima Sena Law Firm, saya hanya menangani satu perkara, yaitu perkara yang berkaitan dengan PPKH milik Perusahaan Bakrie,
5. Bahwa dana petty cash yang berada dalam pengelolaan saya setiap bulannya hanya berkisar antara Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) sampai dengan Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dan seluruh penggunaannya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional kantor, bukan merupakan penerimaan pribadi maupun dana yang berasal dari pihak lain;
6. Bahwa pada bulan Agustus 2025 telah diterbitkan Surat Panggilan Klarifikasi dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) yang dikirimkan ke alamat Bima Sena Law Firm. Namun, surat panggilan tersebut tidak saya terima secara langsung pada saat itu sehingga saya tidak mengetahui adanya panggilan dimaksud dan karenanya tidak dapat memenuhi panggilan tersebut
7. Bahwa sejak tanggal 5 Oktober 2025 sampai dengan saat ini, saya bekerja sebagai Advokat pada Husendro & Partners Law Firm.” tulis Surat Klarifikasi Yuenchi Arwindi.
Dari keterangan yang disampaikan itu, Yuenchi menegaskan bahwa dirinya tidak menerima dana dari tersangka Febrie Adriansyah
Adapun narasi yang menuding dirinya masuk dalam pusaran kasus Febria Adriansyah tidak benar dan tidak berdasar.
“Dengan ini saya menegaskan bahwa pemberitaan yang menyatakan atau mengesankan bahwa saya telah menerima dana dalam jumlah fantastis dari Mantan Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) adalah tidak benar, tidak berdasar, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.” tulis keterangannya dikutip akun @PartaiSocmed Selasa, 14 Juli 2026.
Lebih lanjut, Yuenchi Arwindi juga memastikan tidak terlibat dalam perbuatan yang bertentangan dengan hukum.
“Saya tidak pernah menerima dana sebagaimana yang diberitakan maupun terlibat dalam perbuatan yang bertentangan dengan hukum sebagaimana dikaitkan dalam pemberitaan tersebut.” jelasnya.
👇👇
HOAX!
Lagi2 akun2 centang biru pengejar monetisasi ngasal bikin postingan yg merugikan orang yg tidak bersalah.
Info tersebut sesat ya. Yuenchi Arwindi cuma bekas pegawai di Bima Sena Law Firm yg dimiliki oleh Junika yg cantik itu. Yg bersangkutan sudah membuat klarifikasi. pic.twitter.com/gJuqYw0odO— #99 (@PartaiSocmed) July 14, 2026