DEMOCRAZY.ID – Buntut temuan kluster mewah di Lapas Cibinong membuat mantan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Yoseph Jhon Ferry turut menjadi sorotan tajam publik.
Saat ada sidak di kluster mewah Lapas Cibinong, Yoseph Jhon Ferry salah satu orang yang turut menghadang tim Ombudsman cukup keras.
Rentetan skandal yang melibatkan Yoseph Jhon Ferry berbuntut panjang.
Kemudian, rekam jejaknya sebelumnya menjadi Kasi Binadik Lapas Cibinong juga ikut dikuliti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI pada Senin, 28 September 2026.
Alumni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) Angkatan 51 ini ternyata bukan pertama kalinya membuat kontroversi.
@metropolitan.idKepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto tampak gelagapan saat merespons pertanyaan Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, terkait keberadaan foto warga binaan, sofa, kulkas hingga fasilitas lainnya di sebuah rumah yang diklaim sebagai rumah jabatan. Yanuar mempertanyakan bagaimana warga binaan bisa berada di rumah tersebut. Sorotan juga muncul karena disebut tidak terdapat CCTV di lingkungan rumah. Video: TVR Parlemen #metropolitanid #kalapascibinong #fotowargabinaan #temuanombudsman
Usai aksinya hadang petugas Ombudsman menyidak kluster mewah Lapas Cibinong, rekam jejak digital Yoseph Jhon Ferry pada 12 November 2024 silam turut menjadi sorotan.
Kala itu, Yoseph mengemban jabatan strategis sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPLP) Rutan Kelas I Jakarta Pusat (Rutan Salemba).
Di bawah masa pengawasannya, sebanyak 7 tahanan kasus narkoba melarikan diri lewat gorong-gorong.
Salah satu buronan yang paling disorot adalah Murtala Ilyas, pengendali jaringan narkoba internasional jaringan Indonesia-Malaysia.
Meski memegang tanggung jawab langsung terhadap sistem pengamanan rutan, karier Yoseph justru terbilang melesat mulus tanpa hambatan berarti.
Ia tercatat sempat naik jabatan dari staf biasa langsung memegang posisi KPR Salemba, yang membawanya mendapat kenaikan pangkat instan ke jenjang Eselon 4B.
Selepas dari Salemba, kariernya terus berlanjut mulus dengan menjabat sebagai Ka.
KPR Rutan Kelas I Depok pada Desember 2025, sebelum akhirnya dimutasi menjadi Kasi Binadik Lapas IIA Cibinong pada April 2026.
Rentetan skandal yang melibatkan Yoseph akhirnya berbuntut panjang hingga dibawa ke tingkat nasional.
Pada Senin, 28 September 2026, Komisi XIII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam rapat tersebut, anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, melontarkan interpelasi dan mencecar pihak Ditjenpas secara tajam.
Yanuar mempertanyakan logika birokrasi di internal pemasyarakatan mengapanseorang pejabat dengan catatan kelam, seperti insiden kaburnya tahanan narkoba di Salemba justru terus diganjar promosi jabatan strategis di tempat lain hingga akhirnya kembali ditemukan sel mewah di Lapas Cibinong.
Kini, imbas dari rangkaian kontroversi tersebut, Yoseph Jhon Ferry harus rela kehilangan jabatannya.
Ia resmi dinonaktifkan dan tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh Tim Investigasi Ditjenpas Kemenimipas untuk mengusut tuntas siapa saja pihak yang ikut terseret di balik kenyamanan fasilitas istimewa para narapidana di balik jeruji besi.