Prabowo Menikmati Kegaduhan Polemik Ijazah Gibran, Keluarga Jokowi Ditinggal Sendiri?

DEMOCRAZY.ID — Panggung politik nasional mendadak diwarnai strategi tingkat tinggi.

Mantan Menko Polhukam, Prof. Mahfud MD, membongkar rahasia di balik sikap bungkam seribu bahasa yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto di tengah badai skandal ijazah bodong Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mahfud menilai, kegaduhan brutal yang menghantam trah Solo justru menjadi “durian runtuh” paling menguntungkan bagi Prabowo.

Perhatian rakyat yang tadinya tajam menghujam kebijakan pemerintah kini berbelok total dan menghabisi dinasti Joko Widodo.

Berkah Terselubung: Prabowo Selamat, Gibran Dibiarkan Sendirian!

Pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membongkar ketiadaan ijazah SMA/SLTA sah milik Gibran, gelombang amuk publik tersedot sepenuhnya ke arah keluarga Istana Solo.

Prabowo yang sebelumnya babak belur diserang berbagai kritik kebijakan kini bisa bernapas lega karena posisinya terselamatkan secara organik.

“Dengan kegaduhan ini kritik-kritik kepada Pak Prabowo dua minggu terakhir ini ndak ada. Semua serangan ke Pak Jokowi dan Gibran,” ungkap Mahfud MD, Ahad (18/10/2026).

Menyadari badai politik ini menguntungkan posisinya, Prabowo memilih untuk menikmati situasi tanpa banyak bicara.

Begitu pula dengan barisan partai politik pendukung pemerintah yang mendadak kompak bungkam.

Di tengah kecamuk skandal pemalsuan dokumen ini, Gibran dibiarkan berjalan sendirian tanpa ada benteng pelindung dari partai maupun Istana.

Kasus Besar Tenggelam: Dari Keracunan MBG Hingga Korupsi Jampidsus

Mahfud membeberkan betapa masifnya pengalihan isu yang diciptakan oleh skandal ijazah Gibran.

Rentetan kasus besar yang tadinya menjadi sorotan tajam publik kini mendadak lenyap dari pemberitaan utama media massa:

“Pak Prabowo diam, partai politik diam. Gibran dibiarkan sendiri. MBG ndak ada yang kritik. Pemidanaan Jampidsus juga ndak ada yang jadi berita, padahal kemarin sidangnya luar biasa… Sehingga saya melihat Pak Prabowo nampaknya nikmat juga,” sindir Mahfud.

Senjata Makan Tuan: Trah Solo Dihantam Badai Sendirian

Strategi “diam adalah emas” yang dimainkan Prabowo membuktikan bahwa sang Kepala Negara tidak mau pasang badan untuk produk politik gagal warisan rezim lama.

Gibran dan Jokowi kini harus memikul beban moral, hukum, dan politik sendirian di tengah amuk kecaman rakyat yang menuntut pertanggungjawaban atas cacat prosedur Pilpres 2024.

Ketika skandal ijazah ini sukses melumpuhkan seluruh keluarga Solo dari dalam, Prabowo justru duduk manis menikmati detik-detik keruntuhan dinasti yang pernah mencengkeram pundaknya!

Artikel terkait lainnya