Pola Lompat Partai Dedi Mulyadi Terulang? Dari Golkar-Gerindra, Kini Diincar PSI!

DEMOCRAZY.ID — Bursa politik nasional kembali dihangatkan oleh dinamika pergeseran dukungan serta strategi para elite partai dalam mempersiapkan figur-figur potensial menuju kontestasi mendatang.

Potensi Rekrutmen dan Efek Elektoral

Jurnalis senior Hersubeno Arief menilai bahwa Gubernur Jawa Barat sekaligus kader Partai Gerindra, Dedi Mulyadi, kini tengah diincar oleh mantan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Hersu, Dedi menjadi target akuisisi strategis karena tingkat elektabilitasnya yang dinilai tinggi serta kemampuannya dalam memberikan efek ekor jas (coattail effect) yang signifikan bagi perolehan suara partai.

“Nah langkah lain yang saya dengar ini bahwa Jokowi masih terus melakukan akuisisi-akuisisi dari politisi yang cukup senior dan punya nama besar. Saya kira figur seperti Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, itu menjadi salah satu bidikan atau target utama dari Jokowi,” ujar Hersu.

Ia menambahkan bahwa posisi Dedi di internal Partai Gerindra saat ini mulai memunculkan ruang interpretasi politik tersendiri, terutama jika dihadapkan pada konstelasi yang dinamis.

“Enggak mungkinlah ya kalau terus-menerus seperti itu. Tetapi tidak mungkin pula ini Dedi Mulyadi diam begitu saja memanfaatkan kesempatan. Kita masih ingat ya ketika dia sebelumnya lompat dari Partai Golkar, kemudian dia lompat ke Partai Gerindra,” jelasnya.

Skenario Pasangan Masa Depan dan Target Partai

Hersu menilai pola kepindahan partai tersebut bukan tidak mungkin terulang kembali apabila terdapat tawaran serta kalkulasi politik yang sejalan.

Dengan proyeksi pertumbuhan PSI ke depan, skenario duet antara Dedi Mulyadi dan Gibran Rakabuming Raka pada ajang pemilihan nasional berikutnya mulai diperbincangkan.

“Kalau kemudian ini win-win, jadi antara Dedi Mulyadi dengan Gibran ya skenarionya, kemudian Dedi Mulyadi dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres tahun 2029. Jadi Gibran masih tetap ada sirkulasi kekuasaan,” tandasnya.

Sebelumnya, arah pergerakan politik PSI sendiri telah mendapat penegasan langsung mengenai target jangka panjang.

Dalam berbagai kesempatan konsolidasi, penekanan tidak hanya berfokus pada penempatan kursi di parlemen, melainkan pencapaian kemenangan secara menyeluruh pada agenda politik nasional mendatang.

Artikel terkait lainnya