Petinggi PSI Akhirnya Buka Suara Soal Wacana Jokowi Jadi Ketum dan Budi Arie Sekjen

DEMOCRAZY.ID – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali angkat bicara soal wacana Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Umum PSI dan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sebagai Sekjen.

Ahmad Ali menegaskan, wacana tersebut tidak pernah dibahas secara internal di PSI.

Menurut Ahmad Ali, isu tersebut muncul di tengah polemik pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik atau percepatan Pemilu 2029.

Ia menegaskan pernyataan Budi Arie soal hal tersebut merupakan pandangan pribadi dan tidak mewakili PSI maupun Jokowi.

“Itu kan pernyataan dari Budi Arie secara pribadi. Acara hari itu, kehadiran beliau itu pada temu relawan keseluruhan. Jadi masing-masing dari orang memberikan pikirannya,” ujar Ahmad Ali.

Ahmad Ali kemudian menyoroti munculnya wacana Budi Arie menjadi Sekjen PSI, sementara Jokowi disebut akan menjadi Ketua Umum.

Ia mempertanyakan dasar wacana tersebut lantaran Budi Arie bukan merupakan anggota PSI.

“Satu hal, Budi Arie itu bukan anggota PSI. Bagaimana mungkin dia bisa jadi Sekjen, padahal di PSI begitu banyak orang yang punya kapasitas untuk menjadi Sekjen,” tegasnya.

Ia memastikan pergantian Ketua Umum maupun Sekjen PSI belum pernah dibahas dalam internal partai.

Bahkan, menurut Ahmad Ali, hingga kini tidak ada usulan dari DPW maupun DPD PSI untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) guna mengganti kepengurusan.

“Menurut saya tidak ada alasan bagi PSI untuk melakukan restrukturisasi kepengurusan. Apalagi mengganti ketua umum dan sekjennya. Di saat partai ini sedang bertumbuh,” katanya.

Ahmad Ali menilai wacana tersebut justru berpotensi mengganggu PSI yang tengah mengalami pertumbuhan elektabilitas.

Ia juga menegaskan bahwa PSI tidak identik dengan Jokowi, meski memiliki kedekatan politik dengan mantan Presiden tersebut.

“Mereka lupa bahwa PSI ini bukan Pak Jokowi tok. PSI ini adalah hal yang berbeda dengan Pak Jokowi,” ujarnya.

Ahmad Ali juga meminta pihak-pihak di luar PSI tidak membawa agenda yang dapat mengganggu hubungan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, hubungan kedua tokoh tersebut saat ini justru berjalan harmonis.

“Hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo hari ini sedang baik-baik saja, sedang mesra-mesranya kalau kita lihat kemarin di 17-an. Itu kan menceritakan hubungan yang harmonis,” katanya.

Karena itu, Ahmad Ali menilai pernyataan Budi Arie mengenai wacana tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Ia menyebut pernyataan tersebut sebagai pandangan pribadi dan mengingatkan agar tidak sampai mengganggu hubungan Jokowi dan Prabowo.

“Jadi saya pikir yang disampaikan Budi Arie itu pernyataan pribadi, pernyataan orang-orang yang kecewa, orang-orang yang frustrasi. Sehingga tidak perlu kita tanggapi sehingga kemudian justru ini bisa membuat hubungan dua tokoh ini tidak bagus,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya