Pertanyaan Menohok Dokter Tifa: Jokowi Jadi Pejabat Sejak 2005 Tapi Baru Ngaku Alumni UGM 2017?

DEMOCRAZY.ID – Sidang lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali memanas.

Di hadapan majelis hakim, Dokter Tifa secara terbuka menguliti kembali polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menjadi akar dari perkara hukum ini.

Kali ini, Dokter Tifa menyoroti rekam jejak karier politik Jokowi yang sudah melenggang sejak lama.

Ia membeberkan bahwa Jokowi telah malang melintang sebagai pejabat publik sejak terpilih menjadi Wali Kota Solo pada tahun 2005, lalu naik tingkat menjadi Gubernur DKI Jakarta, hingga akhirnya menduduki kursi Presiden RI selama dua periode.

“Seseorang bernama Joko Widodo itu sudah menjadi pejabat publik sejak tahun 2005 ketika menjadi wali kota dua kali, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, kemudian menjadi presiden dua kali,” tegas Dokter Tifa di ruang sidang.

Pertanyakan Kapan Jokowi Pertama Kali Mengaku Lulusan UGM

Di balik perjalanan karier politik yang begitu panjang tersebut, Dokter Tifa mencium adanya kejanggalan.

Ia mengeklaim bahwa selama menjabat sebagai wali kota hingga gubernur, tidak pernah ada satu pun pernyataan terbuka dari Jokowi yang menyebutkan bahwa dirinya merupakan sarjana lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurutnya, pengakuan resmi sebagai alumni kampus kerakyatan itu justru baru muncul bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada 2017 saat Jokowi sudah resmi menjabat sebagai Presiden RI.

“Apakah Anda ingat kapan pertama kalinya Joko Widodo itu mengaku bahwa dia lulusan dari UGM? Itu tahun 2017. Jadi pada waktu beliau itu menjadi wali kota tidak pernah ada satu katapun yang menyatakan beliau adalah lulusan UGM,” ujarnya blak-blakan.

Ia mengaku mulai mengikuti dan mendalami polemik ini setelah kedatangannya ke acara reuni UGM, yang juga berkaitan dengan ramainya perbincangan publik setelah kasus yang sempat dibuka oleh Bambang Tri Mulyono.

“Baru pertama kali kita tahu dari acara reuni tahun 2017 UGM itu ketika seorang bernama Bambang Tri yang membuka kunci kotak pandora itu dihukum 5,5 tahun di tahun 2016,” ucapnya menambahkan.

Heran Jokowi Tak Pernah Terlihat di Reuni Kampus

Sebagai sesama lulusan UGM, Dokter Tifa juga mengungkapkan keheranannya mengapa kampus sebesar UGM tidak pernah mengundang Jokowi secara formil, atau mengapa sang presiden tidak pernah terlihat batang hidungnya dalam acara kampus.

Padahal, menurutnya, UGM biasanya sangat bangga dan rutin mengundang para alumninya yang sukses menjadi tokoh nasional maupun pejabat tinggi.

Ia kemudian membandingkan absensi Jokowi dengan sejumlah tokoh nasional lain yang juga merupakan alumni UGM dan selalu aktif hadir dalam berbagai acara almamater.

“Contoh seperti Pak Ganjar Pranowo selalu hadir setiap tahun, Anies Baswedan selalu hadir setiap tahun begitu juga dengan saya dan Mas Roy, Pak Mahfud MD. Tapi tidak pernah kami melihat Joko Widodo ikut satu kali pun dalam acara dies natalis tersebut,” pungkas Dokter Tifa di persidangan.

Artikel terkait lainnya