DEMOCRAZY.ID – Mantan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada Pilpres 2014, Andi Widjajanto, mengungkap pengalamannya melihat dan memegang langsung ijazah Jokowi.
Pengalaman tersebut disampaikan Andi di tengah kembali mencuatnya polemik mengenai dokumen pendidikan Presiden ke-7 RI tersebut.
Ia mengatakan pernah berhadapan langsung dengan ijazah Jokowi ketika mengurus kelengkapan administrasi pencalonan Jokowi-JK pada Pilpres 2014.
“Terkait dengan ijazah Pak Jokowi. Pelibatan saya hanya berkaitan dengan proses kelengkapan berkas administrasi calon presiden, calon wakil presiden di 2014. Saat itu saya menjabat sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional untuk Jokowi-JK 2014,” ungkap Andi, dikutip Senin (7/9/2026).
Menurut Andi, proses administrasi pencalonan saat itu mengharuskan tim menyiapkan berbagai dokumen persyaratan pasangan calon.
Dalam proses tersebut, ia mengatakan melihat dan memegang langsung ijazah Jokowi maupun ijazah Jusuf Kalla.
“Pada saat itu saya melihat, memegang langsung ijazah dari Pak Jokowi. Juga ijazah Pak JK,” kata Andi.
Ia menjelaskan, dokumen yang dikumpulkan untuk keperluan pencalonan mencakup data diri serta dokumen riwayat pendidikan pasangan calon.
Berkas pendidikan tersebut meliputi ijazah dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.
“Semua berkas-berkas data diri, ijazah sekolah hingga ijazah universitas, dikumpulkan, diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum,” ujar Andi.
Andi menegaskan keterlibatannya dalam proses tersebut berada pada ranah administratif sebagai bagian dari tim kampanye.
Setelah seluruh dokumen persyaratan dikumpulkan dan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), tugasnya dalam tahapan tersebut dinyatakan selesai.
Ia kemudian menjelaskan bahwa proses administrasi tersebut berlanjut pada tahapan verifikasi persyaratan pencalonan Jokowi-JK.
Menurut Andi, setelah dokumen dinyatakan memenuhi persyaratan, pasangan tersebut dapat mengikuti kontestasi Pilpres 2014.
“Tugas kami berakhir di situ. Dan proses pencalonan berakhir saat ijazah keduanya dinyatakan sah dan lengkap, sehingga calon kami berhak untuk mengikuti proses pemilihan presiden 2014,” tuturnya.
Andi mengatakan pengalaman tersebut menjadi alasan dirinya ikut memberikan penjelasan ketika polemik mengenai ijazah Jokowi kembali mencuat.
Ia mengaku menjadi salah satu orang yang pernah memegang dokumen pendidikan Jokowi dalam konteks proses administrasi pencalonan presiden.
“Saya selalu akan bilang, saya salah satu orang yang merasa pernah memegang ijazah Jokowi di 2014,” kata Andi.
Pernyataan Andi tersebut merupakan kesaksian berdasarkan pengalaman pribadinya saat terlibat dalam proses administrasi pencalonan Jokowi-JK pada Pilpres 2014.
Adapun persoalan mengenai keabsahan dokumen pendidikan Jokowi tetap menjadi bagian dari polemik yang berkembang di ruang publik dan perlu merujuk pada keterangan serta proses verifikasi dari pihak berwenang.
[FULL VIDEO]