Ngamuk di Rapat Kabinet! Prabowo Beri Warning Keras Soal Karhutla: Habis Terbakar, Kok Jadi Perkebunan Sawit?

DEMOCRAZY.IDPresiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperkuat sistem mitigasi bencana nasional.

Ia menilai Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai bencana, mulai dari gempa bumi, aktivitas gunung api hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait.

“Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan serta asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” kata Prabowo.

Dalam rapat itu, Prabowo menerima laporan mengenai penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu.

Pemerintah menyatakan kebutuhan dasar masyarakat terdampak telah kembali terpenuhi.

Sejumlah layanan seperti listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.

Pemulihan juga dilakukan melalui pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar menggunakan tenda darurat.

Pemerintah menyiapkan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara (huntara), serta verifikasi kerusakan rumah untuk menjadi dasar rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pemerintah juga menyalurkan dana Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur untuk mendukung penanganan pascagempa.

Selain gempa Flores, Prabowo meminta penanganan karhutla dievaluasi secara berkelanjutan.

Pemerintah mengerahkan puluhan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, patroli, hingga pemadaman melalui water bombing.

Data pemerintah mencatat sebanyak 138 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus karhutla sejak Januari hingga awal September 2026.

Dari jumlah tersebut, 119 tersangka terkait kasus pembakaran yang dilakukan secara sengaja, sementara 19 lainnya terkait kelalaian.

Total luas area yang terbakar mencapai 8.637 hektare. Penindakan juga dilakukan terhadap sejumlah perusahaan.

Pemerintah menjatuhkan sanksi administratif berupa pembekuan izin kepada 18 perusahaan, sementara 42 entitas lainnya dicabut izinnya.

Prabowo meminta aparat mengusut dugaan pembakaran hutan yang dilakukan secara sengaja untuk membuka lahan perkebunan.

“Saya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,” tegasnya.

Prabowo juga mendapat laporan mengenai aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dalam beberapa hari terakhir, sebaran abu vulkanik disebut berdampak terhadap penerbangan dan menyebabkan operasional sejumlah bandara terganggu.

Pemerintah melakukan operasi modifikasi cuaca untuk membantu meluruhkan sebaran abu sekaligus menjaga kelancaran transportasi.

Prabowo menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berada di kawasan Ring of Fire.

Karena itu, ia meminta pemerintah menyusun master plan mitigasi bencana secara menyeluruh.

Menurut Prabowo, penguatan mitigasi harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia dan peralatan, termasuk helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, ekskavator, pesawat untuk operasi modifikasi cuaca hingga drone.

“Jadi kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa mitigasi tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi.

Pemerintah, kata dia, perlu memperkuat kesiapsiagaan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat ditekan.

Artikel terkait lainnya