

DEMOCRAZY.ID — Peta pertarungan politik menuju Pemilu 2029 mulai memanas seiring langkah agresif yang dimainkan oleh lingkaran kekuasaan lama.
Jurnalis senior dan pengamat politik, Hersubeno Arief, membongkar adanya grand design terselubung di balik keputusan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang resmi maju sebagai calon legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah—meliputi Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten.
Menurut Hersu, langkah penempatan putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di jantung wilayah Surakarta bukan sekadar pertarungan memperebutkan kursi parlemen biasa.
Ini adalah operasi politik terukur yang diarahkan langsung untuk membongkar mitos kekebalan politik PDI Perjuangan di wilayah yang selama ini dikeramatkan sebagai “kandang banteng”.
“Selain itu, kita juga bisa menangkap ini ada upaya dari Jokowi—jelas, ya—meruntuhkan mitos invincibility, enggak tersentuh,” ungkap Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point.
Dalam kalkulasi politik yang dianalisis oleh Hersubeno, target utama dari manuver ini bersifat psikologis dan strategis.
Kaesang bahkan tidak diwajibkan untuk menumbangkan trah politik utama PDIP sekaligus Ketua DPP Puan Maharani secara mutlak di dapil neraka tersebut.
Cukup dengan mendulang perolehan suara yang signifikan atau mendekati angka perolehan suara tokoh-tokoh sentral PDIP di wilayah tersebut, mitos dominasi mutlak partai berlambang banteng di Jawa Tengah dipastikan bakal rontok berkeping-keping.
“Jika PSI mampu mengamankan kursi signifikan di dapil ini, atau jika Kaesang—enggak usah menang, enggak usah mengalahkan Puan, ya—dia mendekati perolehan suara Puan saja, hal itu akan meruntuhkan dominasi putra PDIP di Jawa Tengah menjelang kontestasi politik ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, strategi ini dinilai sebagai bagian dari psychological warfare (perang urat saraf) dan eksperimen politik tingkat tinggi yang dimotori langsung oleh Jokowi demi mengubah peta kekuatan elektoral nasional.
Ancaman nyata tersebut mulai ditunjukkan di lapangan.
Kaesang Pangarep secara terbuka telah mendeklarasikan pencalonannya untuk Dapil V Jawa Tengah di hadapan para kader dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo.
Di hadapan para pendukungnya, ia menegaskan instruksi tegas agar mesin partai bergerak dalam satu komando, menjaga soliditas internal, serta menghindari gesekan perebutan suara antarkader di wilayah teritorial yang telah disekat.
“Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah,” tegas Kaesang.
“Insya Allah saya akan membersamai seluruh kader karena teritori yang diberikan kepada saya hanya di Kota Solo,” tambahnya penuh optimisme.
Pertarungan hidup mati demi meruntuhkan hegemoni lama kini resmi dimulai.