Hasil Survei Terbaru Kejutkan Publik: Dedi Mulyadi Melesat Jauh di Puncak, Ungguli Prabowo di Bursa Pilpres 2029!

DEMOCRAZY.IDElektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melesat dalam survei Tempo Data Science hingga mengungguli Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi calon presiden 2029.

Dalam simulasi dengan daftar nama, Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 42 persen, sedangkan Prabowo berada jauh di bawahnya dengan 15 persen.

Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan 10 persen.

Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai salah satu penyeban elektabilitas Dedi Mulyadi tinggi karena adanya persepsi kedekatan dengan rakyat yang secara konsisten ditampilkan melalui media sosial.

“Mereka menyukai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Banyak pemimpin yang dekat dengan rakyat, tetapi Pak KDM itu yang paling rajin mengekspos di sosial media,” kata Wijayanto di Jakarta, Rabu (27/8/2026).

Menurut dia, kedekatan Dedi dengan masyarakat tidak hanya terlihat dalam kegiatan-kegiatan besar.

Aktivitas tersebut justru banyak ditampilkan hingga pada persoalan yang sangat mikro sehingga publik dapat melihat langsung interaksi Dedi dengan warga.

“Jadi kedekatan itu terekspos hingga sampai ke hal-hal yang sangat mikro sifatnya,” ujarnya.

Wijayanto mengatakan strategi menampilkan kedekatan dengan rakyat sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam politik Indonesia.

Sejumlah kepala daerah sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa.

Seperti mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai figur yang pernah membangun citra kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas dan komunikasi publik mereka.

Namun, menurut Wijayanto, kondisi saat ini berbeda karena para figur tersebut tidak lagi berada dalam posisi yang sama-sama mengisi ruang tersebut.

Situasi itu, lanjut dia, membuat Dedi Mulyadi kini memiliki ruang yang lebih besar untuk memanen dukungan.

“Sekarang dia the only player karena itulah dia panen elektabilitas. Itu analisis saya,” kata Wijayanto.

Wijayanto juga memberikan catatan penting terkait tingginya elektabilitas Dedi.

Menurutnya, kenaikan tersebut belum tentu sepenuhnya didorong oleh persepsi publik terhadap keberhasilan Dedi dalam memimpin Jawa Barat.

Dia menilai keberhasilan kepemimpinan Dedi di Jawa Barat belum terlihat sebagai faktor utama yang menjelaskan lonjakan elektabilitas tersebut.

“Kalau kita lihat kesuksesan beliau memimpin Jawa Barat belum kelihatan. Provinsi-provinsi lain banyak yang lebih sukses,” ujarnya.

Menurut Wijayanto, faktor yang lebih menentukan saat ini justru bagaimana Dedi berhasil mengekspos kedekatannya dengan rakyat secara masif.

“Tapi upaya mengekspos kedekatan dengan rakyat ini yang ternyata merupakan satu hal yang membuat beliau meroket,” katanya.

Dalam simulasi terbuka, ketika responden diminta menyebutkan sendiri tokoh yang akan dipilih sebagai presiden jika pemilu digelar saat survei dilakukan, Dedi memperoleh 41 persen, Prabowo 15 persen, dan Anies 10 persen.

Sementara dalam simulasi dengan daftar nama kandidat, elektabilitas Dedi mencapai 42 persen.

Angka tersebut hampir tiga kali lipat elektabilitas Prabowo yang berada di angka 15 persen.

Survei yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden di 38 provinsi itu juga menunjukkan Dedi unggul di sejumlah wilayah di luar Jawa Barat, termasuk Banten, Jakarta, Jawa Tengah-DIY, Jawa Timur, Sumatera dan Kalimantan.

Artikel terkait lainnya