Hancur Lebur! Kinerja Dua Tahun Prabowo-Gibran Dapat ‘Rapor Merah’, Ahli Beri Nilai 2,8 dari Skala 10

DEMOCRAZY.ID – Kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun mendapat penilaian dari kalangan ahli dan masyarakat umum dalam survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Prabowo memperoleh skor 2,8 dari 10 dari kelompok ahli.

Sementara itu, Gibran mendapat nilai 2,2 dari 10.

Hasil tersebut dipaparkan dalam rilis survei bertajuk Rilis Survei 2 Tahun Pemerintahan yang berlangsung secara daring, Minggu (11/10/2026).

“Inilah hasilnya untuk penilaian kinerja 2 tahun dari Prabowo Subianto. Kalau ahli bilang itu 2,8 dari 10,” kata Peneliti CELIOS, Bhima Yudhistira, dalam paparannya.

“Untuk Gibran, ahli bilang 2,2 dari 10,” lanjutnya.

Penilaian dari kalangan ahli tersebut juga diikuti evaluasi dari kelompok masyarakat umum.

Dalam survei yang sama, Prabowo memperoleh nilai 4,6 dari 10, sedangkan Gibran mendapatkan skor 4,9 dari 10.

Dengan demikian, kedua tokoh tersebut memperoleh nilai di bawah lima dari skala sepuluh dalam penilaian masyarakat umum.

Sementara itu, penilaian dari kelompok ahli terhadap keduanya berada di bawah tiga.

Survei Libatkan 1.271 Responden

Peneliti CELIOS, Isnawati Hidayah, menjelaskan penelitian tersebut melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Untuk kelompok ahli, CELIOS menggunakan metode snowball sampling, yakni teknik pengambilan sampel dengan meminta responden awal merekomendasikan responden lain yang sesuai dengan kriteria penelitian.

Sementara itu, pengumpulan data dari masyarakat umum dilakukan menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads.

Bahlil dan Pigai Masuk Daftar Menteri Terburuk Menurut Evaluasi CELIOS

Dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai rapor merah bagi sejumlah pejabat negara.

Berdasarkan hasil evaluasi kinerja kabinet yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan pada Minggu (11/10/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri HAM Natalius Pigai menempati jajaran menteri dengan penilaian kinerja terburuk.

Selain Bahlil dan Pigai, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga masuk dalam daftar tersebut.

“Untuk yang menteri yang terburuk nomor satu ini sepertinya masih sama seperti tahun lalu. Ada Bahlil, Pigai, kemudian Raja Juli Antoni ini sepertinya terkait dengan masalah karhutla ,” kata Peneliti CELIOS, Bhima Yudhistira dalam paparanya.

Nama lain yang masuk dalam daftar tersebut, di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan, hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid.

Adapula Pratikno saat masih menjabat menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Sementara itu, menteri dengan penilaian terbaik, Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat Menteri Keuangan menempati posisi pertama.

Posisi berikutnya ditempati Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Bhima menjelaskan, penilaian kinerja kabinet tidak hanya didasarkan pada jumlah responden yang memilih seorang menteri sebagai yang terbaik.

CELIOS menggunakan pendekatan positional scoring yang diadaptasi dari teori Borda count.

Artikel terkait lainnya