Gempur Terus Tanpa Henti! Denny Indrayana Beberkan Alasan Kenapa Dirinya Tak Pernah Lelah Kritik Gibran

DEMOCRAZY.IDPakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana mengungkap alasannya tidak berhenti bersuara. Terutama berkaitan dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming.

“Setelah melihat situasi, rasanya selemah-lemahnya iman, diam dalam hati aja itu dosa juga,” kata Denny dikutip YouTube Hendri Satrio Official, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, perlu untuk menaikkan pemahaman ijtihad melihat situasi saat ini.

“Itulah karena menurut saya situasinya sudah relatif sampai pada tahap kita tidak bisa membiarkan,” ucapnya.

Persoalan yang dia maksud, salah satunya berkaitan dengan hukum. Terutama hukum tata negara.

Terlebih lagi, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap membukakan Gibran jalan jadi Wapres. Saat itu, Ketua MK merupakan paman Gibran.

“Hukum terutama. Tata negara terutama, yang paling mengganggu logika kewarasan itu ketika putusan dimulai sejak menurut saya yang paling monumental itu, putusan Paman Usman untuk Ponakan Gibran,” ucapnya.

“Dari situ kemudian terus logika kita terbolak-balik gitu,” sambungnya.

Meski sudah lama, dan Gibran sudah jadi Wapres, Denny menyebut hal itu tidak bisa terus dibiarkan.

“Justru kita tidak bisa membiarkan dosa kolektif bangsa ini terus menerus,” ungkapnya.

Bagi Denny, hukum tidak sekadar positivistik. Bukan sekadar putusan MK saja.

“Hukum itu bukan hanya bicara putusan Mahkamah Konstitusi, sudah dilantik jadi wakil presiden selesai. Bukan,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, pada dasarnya tidak naif. Di dalam hukum ada keadilan dan kemanfaatan.

“Hukum itu tidak senaif itu. Hukum itu ada kepastian memang, tapi keadilan dan kemanfaatan,” ucapnya.

Karena itulah, menurutnya perlu menyuarakan sikap kritis.

“Nah pada tataran keadilan dan kemanfaatan itulah kita harus terus menyuarakan sikap kritis,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya