Seolah Dibiarkan Jalan Sendiri, Barisan Pendukung: Tanpa Jokowi dan Gibran, Belum Tentu Prabowo Menang Pilpres!

DEMOCRAZY.ID – Gugatan Denny Indrayana Cs ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden terus mendapat respons.

Ketua Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO), Fritz Alor Boy, meminta pendukung Gibran tidak menganggap perkara tersebut hanya menyangkut posisi putra Jokowi tersebut.

Dikatakan Fritz, jika gugatan tersebut dikabulkan, dampaknya bukan hanya terhadap Gibran, tetapi juga terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Ia beralasan Prabowo dan Gibran merupakan pasangan dalam Pilpres 2024.

Fritz Minta Pendukung Gibran Tidak Jemawa

Fritz mengingatkan agar pendukung Gibran tidak terlalu cepat merasa unggul dalam menghadapi gugatan Denny Indrayana Cs.

“Jangan angkuh dulu, jangan bangga dulu ketika melihat Denny Indrayana CS, termasuk ada Partai Ummat yang kalah Pilpres. Orang-orang kalah Pilpres ini mengajukan gugatan memprotes terkait dengan syarat untuk maju presiden dan wakil presiden,” ujar Fritz, Minggu (4/10/2026).

Lanjut dia, gugatan tersebut berkaitan dengan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Pemilu yang dinilai mengganggu posisi Gibran.

“Lebih khususnya pada pasal 169, ada juga pasal 227 huruf L, ada juga pasal 240 huruf B yang diganggu ini. Dampaknya bukan pada Wapres Gibran saja, tapi dampaknya akan kena pada Presiden Prabowo Subianto juga,” tukasnya.

Sebut Prabowo-Gibran Satu Paket

Fritz kemudian menekankan hubungan politik Prabowo dan Gibran sebagai pasangan yang memenangkan Pilpres 2024.

“Kenapa? Karena Presiden Prabowo dan Mas Gibran ini adalah satu paket. Satu paket. Jadi ketika gugatan Denny Indrayana itu lebih menyinggung pada Mas Gibran ijazahnya, jangan anda sombong, jangan Anda senang dulu,” ucap dia.

Ia menekankan bahwa target gugatan tersebut, menurut pandangannya, tidak berhenti pada Gibran.

“Kenapa? Sebenarnya yang mereka targetkan bukan hanya Mas Gibran, tapi juga kepada Bapak Prabowo. Supaya jagoan mereka Pak Anies Baswedan, pemenang kedua menang, dapat naik bisa menggantikan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden ini,” katanya.

Fritz kemudian membandingkan respons pendukung Jokowi dan Gibran dengan pendukung Prabowo dalam menghadapi perkara tersebut.

“Jadi ketika pendukung Pak Jokowi, pendukung Gibran bersemangat lalu betul-betul pasang badan untuk Mas Gibran melawan Denny Indrayana, pendukung Prabowo hari ini tiarap,” imbuhnya.

Fritz juga mengingatkan bahwa kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024, menurut pandangannya, tidak dapat dilepaskan dari dukungan Jokowi dan Gibran.

Peran Jokowi dan Gibran

Fritz menyebut Prabowo seharusnya memberikan apresiasi kepada Jokowi dan Gibran.

“Tapi Anda ketahui, tanpa Pak Jokowi, tanpa Mas Gibran, Pak Prabowo tidak mungkin menang. Seharusnya Presiden Prabowo bahkan juga orang-orang di sekitarnya termasuk relawan-relawannya itu berterima kasih kepada Mas Gibran,” imbuhnya.

Ia bahkan berspekulasi mengenai kekuatan elektoral Gibran jika berpasangan dengan kandidat lain dalam Pilpres 2024.

“Seandainya saat itu Mas Gibran berpasangan dengan Pak Ganjar atau Anies, maka yang menang itu adalah yang berpasangan dengan Mas Gibran tersebut. Kenapa? Dampak elektoral dari Pak Jokowi masih kuat kepada Mas Gibran,” terangnya.

Selain itu, ia juga menyoroti sikap Prabowo yang menurutnya belum banyak memberikan respons terbuka terkait perkara Gibran di MK.

“Pak Prabowo sudah kalah empat kali, itu bukti bahwa Pak Prabowo belum tentu disenangi oleh masyarakat. Oleh karena itu saya sangat sayangkan ya, kok Presiden Prabowo Subianto saja diam, cuek dan tidak buka suara,” katanya.

Ia kemudian membandingkan sikap tersebut dengan respons Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto dalam perkara hukum yang mereka hadapi.

“Sementara ketika kita lihat Tom Lembong dan Hasto, ia dengan semangat buka suara, padahal Tom Lembong dan Hasto yang ingin mengalahkan Bapak Prabowo dan Mas Gibran,” lanjut Fritz.

Sebut Prabowo-Gibran Kembali Diganggu

Fritz kembali mempertanyakan sikap Prabowo ketika posisi Gibran menghadapi gugatan di MK.

“Ketika pasangan Prabowo Subianto diganggu di MK, Bapak Prabowo tidak peduli sama sekali. Bapak Prabowo dan relawan-relawannya, pengikut-pengikutnya cuek, diam, dan tidak buka suara,” katanya.

Lanjut Fritz, pihak yang selama ini aktif membela Gibran dalam menghadapi gugatan justru berasal dari kelompok pendukung Jokowi dan Gibran.

“Yang capek membela Mas Gibran, yang capek membela Pak Jokowi hanya pendukung Pak Jokowi dan pendukung Bapak Gibran. Seharusnya Bapak Prabowo dan relawan-relawannya itu berterima kasih kepada Pak Jokowi, berterima kasih kepada Mas Gibran,” imbuhnya.

Fritz kembali menegaskan bahwa menurut pandangannya, kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024 berkaitan erat dengan keputusan menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden.

“Kenapa? Sekali lagi, tanpa Mas Gibran berpasangan dengan Pak Prabowo, maka Pak Prabowo tidak akan menang,” bebernya.

Ia mengaku kecewa melihat Gibran dan Jokowi menghadapi kritik serta gugatan, sementara Prabowo dinilai hanya diam.

“Sangat sedih ketika Mas Gibran dihantam oleh barisan sakit hati, Pak Jokowi dihantam oleh barisan sakit hati, Presiden Prabowo yang katanya sangat soulmate, sangat akrab dengan Pak Jokowi, kok cuma diam menonton saja,” Fritz menuturkan.

“Relawan-relawannya ikut menonton. Mungkin mereka senang Mas Gibran dimakzulkan, padahal mereka tidak sadar kalau beberapa profesor-profesor termasuk Prof. Rully juga mengatakan bahwa mereka itu sepaket,” tambahnya.

Relawan Gibran Nyatakan Tetap Melawan

Fritz menilai persoalan yang dihadapi Gibran pada akhirnya juga memiliki konsekuensi terhadap Prabowo jika merujuk pada posisi keduanya sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden.

“Jadi ketika Mas Gibran diganggu, dampaknya bukan hanya kepada Mas Gibran saja, tapi juga kepada Presiden Prabowo Subianto itu sendiri,” jelasnya.

Fritz kemudian menegaskan sikapnya sebagai Ketua Umum Pasukan Gibran Indonesia.

“Apakah Anda diam? Apakah Anda jutek, cuek, menonton begitu saja? Kami pendukung Gibran, Pasukan Gibran Indonesia saya ketua umumnya tetap melawan Denny Indrayana,” tegas Fritz.

Fritz mengatakan dirinya bersama kelompok relawan Jokowi dan Gibran akan terus memberikan dukungan kepada Gibran.

“Termasuk seluruh relawan Pak Jokowi, relawan Mas Gibran, tetap bersama dengan Mas Gibran, tetap bersama dengan Pragib untuk melawan orang-orang sakit hati yang kalah Pilpres yang mengganggu Bapak Prabowo dan Bapak Gibran ini,” tandasnya.

Ia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi gugatan yang dinilainya dapat berdampak terhadap Prabowo-Gibran.

“Kami tidak akan tinggal diam, kami terus melawan, melawan. Tetap semangat Bang Andi, tetap semangat teman-teman relawan Pak Jokowi, relawan Mas Gibran dalam melawan barisan sakit hati yang ingin mengganggu, menurunkan, memakzulkan Prabowo-Gibran,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya