ANEH! Didepak Purbaya Gara-Gara Terlibat Skandal 21 Ribu Motor Listrik BGN, Kini Luky Afirman Malah Diangkat Prabowo Jadi Wamenkeu

DEMOCRAZY.ID – Presiden Prabowo Subianto mengangkat dua Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru, yang mana salah satunya adalah Luky Alfirman.

Di masa lalu, Luky pernah dicopot eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dari Dirjen Anggaran Kemenkeu.

Menkeu Suahasil Nazara menuturkan, penunjukan dua Wamenkeu baru ini merupakan penguatan bagi Kementerian Keuangan.

“Sekarang kita memiliki tiga orang wakil menteri yang pasti akan meng-cover keseluruhan pekerjaan Kementerian Keuangan yang memang sangat-sangat besar, sangat lebar ruangnya,” ujar Suahasil, di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Menurut Suahasil, Kemenkeu kini memiliki pimpinan yang komplet untuk bekerja bersama otoritas lain.

Dia pun yakin dengan resiliensi ekonomi Indonesia yang akan terus dijaga oleh Kemenkeu pimpinannya.

“Semua pekerjaan Kementerian Keuangan yang sangat-sangat komprehensif itu akan kita kerjakan secara bersama, secara komprehensif sehingga nanti bisa punya manfaat yang paling maksimal ya,” ujar dia.

Alasan Purbaya copot Luky kala itu

Luky Alfirman Jadi Wamenkeu Padahal Dipecat Menkeu Sebelumnya, Bukti Prabowo 'Beda Jalan' dengan Purbaya

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pergantian dua pejabat eselon I di Kementerian Keuangan.

Posisi yang diganti meliputi Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu.

Purbaya menyebut, keputusan ini terkait dinamika internal.

Ia menyinggung adanya bawahan yang tidak sejalan saat menerima arahan pimpinan.

Isu lain juga mencuat dari internal kementerian.

Purbaya menilai, ada penyebaran informasi yang tidak akurat dan berpotensi merusak kredibilitas pemerintah.

Salah satu narasi yang beredar menyebut kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dalam keadaan kritis.

“Yang pertama katanya uangnya cuma tiga minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal Rp 120 triliun (SAL),” kata Purbaya, dalam Media Briefing di Jakarta, Jumat (24/4).

Ia juga menyoroti informasi lain yang beredar.

Narasi tersebut menyebut dirinya tertutup, tidak mampu berbahasa Inggris, hingga disarankan untuk tidak bertemu investor.

Purbaya menilai, penyebaran informasi yang tidak valid menjadi alasan perlunya pembenahan internal.

“Itu dari internal. Jadi kita rapikan sedikit,” terang Purbaya.

Artikel terkait lainnya