DEMOCRAZY.ID — Peta perpolitikan nasional kembali memanas menyusul peringatan keras yang dilayangkan oleh mantan Sekretaris BUMN sekaligus pegiat media sosial, Said Didu.
Melalui akun X (Twitter) pribadinya, Said Didu mengungkap adanya pergerakan terselubung dari kelompok yang ia sebut sebagai Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) yang dinilai mulai gencar melakukan penggalangan kekuatan untuk merebut kekuasaan.
“Saat Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) terindikasi makin gencar melakukan penggalangan untuk merebut kekuasaan,” tulis Said Didu, dikutip Kamis (17/9/2026).
Tak hanya sekadar bergerak di bawah permukaan, Said Didu menyebut bahwa konsolidasi kelompok tersebut disinyalir sengaja memanfaatkan kerentanan sosial dengan mengail di air keruh.
Mereka disebut-sebut mengandalkan enam sumber kemarahan rakyat sebagai instrumen politis untuk menekan pemerintah dan mengamankan kepentingan kelompoknya.
Manuver semacam ini dinilai bukan sekadar kritik sosial biasa, melainkan bagian dari desain besar terstruktur untuk menggoyang stabilitas rezim yang sedang berjalan.
Melihat ancaman yang kian nyata di depan mata, ia secara terbuka memperingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak setengah-setengah dalam mengambil sikap dan mengambil langkah tegas (gaspol) menghadapi rongrongan tersebut.
Di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi dan disrupsi politik pasca-perombakan kabinet—mulai dari jatuhnya menteri hingga ketegangan di ring satu—pemerintah dituntut tidak boleh melunak terhadap faksi-faksi gelap yang berupaya menunggangi keresahan publik.
Bahkan, demi mengamankan kedaulatan negara sekaligus mempertahankan kekuasaan dari rongrongan kekuatan oligarki di lingkar luar maupun dalam, Said Didu menyarankan agar Presiden Prabowo tidak ragu meniru gaya kepemimpinan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam membabat habis ancaman politik yang mengancam eksistensi negara.
“Dengan mencontoh Presiden Rusia Putin,” terangnya, seraya menegaskan pentingnya ketegasan mutlak di pucuk pimpinan tertinggi demi membendung ambisi pihak-pihak yang haus akan kekuasaan.
👇👇
Saat Geng SOP (Solo, Oligaeki, Parcok) terindikasi makin gencar melakukan penggalangan untuk merebut kekuasaan dg memanfaatkan 6 (enam) sumber kemarahan rakyat, maka Presiden @prabowo sebaiknya “gass full” dengan mencontoh Presiden Rusia Putin.
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) September 16, 2026