DEMOCRAZY.ID – Arah koalisi Partai Golkar menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai dipetakan.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memprediksi Golkar masih akan berada di barisan pemerintahan dan kemungkinan besar mendukung Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Dedi, Golkar saat ini belum memiliki figur yang cukup kuat untuk diusung sebagai calon presiden secara mandiri pada Pilpres 2029.
Bahkan, untuk mengajukan kader sebagai calon wakil presiden, posisi Golkar dinilai masih menghadapi tantangan.
“Peluang terbesarnya akan membersamai Prabowo, bahkan untuk mendorong Cawapres 2029 sekali pun Golkar sepertinya kesulitan,” kata Dedi dikutip pada Minggu (13/9/2026).
Dedi mengatakan kecenderungan tersebut tidak terlepas dari karakter politik Golkar dalam dua dekade terakhir.
Partai berlambang pohon beringin itu dinilai konsisten mengambil posisi di pemerintahan.
Karena itu, peluang Golkar bergabung dengan poros politik yang dibangun Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) secara terpisah dari Prabowo disebut kecil.
“Kecil kemungkinan mungkin berpihak ke Jokowi, kecuali Jokowi masih mendukung Prabowo. Maka secara bersama Golkar berada di barisan yang sama dengan Jokowi, tentu bukan faktor Jokowi melainkan faktor Prabowo,” ujar Dedi.
Dedi memperkirakan peta politik menuju Pilpres 2029 masih akan menempatkan Prabowo dan Partai Gerindra sebagai salah satu poros utama.
Dia mengatakan apabila muncul poros alternatif, Partai Demokrat berpeluang menjadi salah satu kekuatan yang memimpinnya.
Namun, menurut Dedi, konfigurasi tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan partai politik dan munculnya kandidat-kandidat potensial menjelang Pemilu 2029.
Salah satu faktor yang dinilai penting adalah nasib PSI di Pemilu 2029.
Dedi menyebut peluang terbentuknya poros politik yang dikaitkan dengan Jokowi akan semakin terbuka apabila PSI berhasil melewati ambang batas parlemen dan memperoleh kursi di DPR.
“Jika PSI lolos parlemen, poros Jokowi bisa saja muncul untuk pilpres, tetapi selama PSI masih di bawah ambang batas parlemen, maka Jokowi tidak akan banyak lakukan manuver,” katanya.
Di tengah spekulasi mengenai peta politik 2029, Jokowi yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina PSI telah menyatakan partainya memiliki target besar pada Pemilu 2029.
Jokowi mengatakan target PSI tidak berhenti pada upaya menembus parlemen atau Senayan.
Namun, ia memilih tidak mengungkap secara terbuka target lain yang tengah dibidik partainya.
“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang ingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini,” ujar Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang, Jumat (31/7/2026).
Menurut Jokowi, PSI telah memiliki kalkulasi untuk dapat lolos ke parlemen pada Pemilu 2029.
Dia juga menekankan pentingnya pembangunan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.
Bagi Jokowi, kekuatan PSI tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kursi yang diperoleh di DPR.
“Kalau masuk Senayan, tetapi kalau targetkan yang saya sampaikan dari DPRD, sampai ke desanya terbentuk inilah kekuatan besar Partai Gajah,” kata Jokowi.
Pernyataan Jokowi mengenai target besar PSI tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai kemungkinan terbentuknya poros politik baru menjelang Pilpres 2029.
Meski demikian, konfigurasi koalisi dan kandidat Pilpres 2029 masih sangat terbuka.
Dukungan Golkar, posisi PSI, serta arah politik Prabowo dan Jokowi menjadi sejumlah faktor yang diperkirakan akan menentukan terbentuknya poros kekuatan menuju kontestasi tersebut.