DEMOCRAZY.ID – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka menyebut semua era pemerintahan di Indonesia masing-masing punya skandal.
Hal tersebut diungkapkan menanggapi unggahan terkait daftar skandal di era Presiden ke-7 Jokowi.
Mulai dari skandal ijazah palsu hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Sejauh ini kritik terhadap Jokowi biasa saja dalam arena demokrasi,” ungkapnya dikutip dari unggahannya di X, Rabu (26/8/2026).
Walau demikian, dia menyebut tak adil mengukur pemerintahan dari daftar skandal.
Lagi pula, menurutnya tak ada pemerintahan yang tak memiliki skandal.
“Tetapi mengukur sepuluh tahun pemerintahan hanya dari daftar skandal juga tidak adil, mana ada sih pemerintahan di Republik yang tidak punya skandal atau masalah?” ucapnya.
Di sisi lain, dia menyampaikan capaian era Jokowi.
“Biar berimbang mari kita periksa apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi selama 10 tahun,” imbuhnya.
Dedy mnggembar-gemborkan sejumlah pembangunan. Mulai tol hingga IKN.
“Ada 2.700 km jalan tol baru, 6.000 km jalan nasional, ratusan ribu kilometer jalan desa, puluhan bendungan, jaringan irigasi, pelabuhan, bandara, transportasi massal, pembangunan digital, hilirisasi, dan IKN,” paparnya.
Menurutnya, semua itu jerih payah dari kerja Jokowi.
“Semua itu adalah hasil kerja dan kebijakan yang dapat diperiksa, bukan sekadar slogan atau klaim pencapaian, tapi nyata,” terangnya.
“Setuju atau tidak dengan pemerintahan Jokowi adalah pilihan politik,” sambungnya.
Karenanya, dia yakin skandal yang disebut berada di era Jokowi, tak membuat kepercayaan terhadap Jokowi hilang.
“Tetapi mengatakan bahwa sepuluh tahun pemerintahannya hanya meninggalkan skandal tidak meninggalkan pekerjaan nyata adalah klaim yang sulit dipercaya,” pungkasnya.