Klaim Berani Natalius Pigai: Saya Menteri Paling Progresif Sepanjang Sejarah RI!

DEMOCRAZY.ID — Nuansa politis di kabinet kembali menjadi perbincangan hangat setelah salah satu menteri melontarkan pernyataan bernada ambisius terkait rekam jejak kinerjanya.

Klaim Menteri Paling Progresif

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara terbuka menyebut dirinya sebagai menteri paling progresif sepanjang sejarah Republik Indonesia (RI).

Dalam pernyataannya, Pigai membandingkan langkah politik dan agenda kerjanya dengan para pejabat tinggi negara lain yang memilih hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81 di Istana Negara.

Ia justru mengambil jalur berbeda dengan memilih mengibarkan Sang Merah Putih di Kota Nabire, Papua Tengah.

“Menteri paling progresif dalam sejarah Republik Indonesia. Semua pejabat menuju istana negara. Pigai kibarkan api pijar kemerdekaan dari salah satu wilayah paling rawan di Indonesia,” tulisnya melalui akun X pribadinya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberanian serta keleluasaannya dalam mengambil tindakan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kepala negara merupakan figur yang egaliter, patriotik, nasionalis, serta memiliki pemahaman mendalam mengenai urgensi pembangunan karakter kebangsaan.

👇👇

Rangkaian Kegiatan di Tanah Papua

Sebelumnya, Pigai memang tercatat menghadiri rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 RI yang dipusatkan di Nabire pada Senin (17/8/2026).

Dari wilayah Tanah Papua tersebut, ia menekankan bahwa esensi kemerdekaan serta perlindungan hak asasi manusia secara nyata harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan rakyat Indonesia secara merata dari Sabang sampai Merauke.

Prinsip ini dinilai penting terutama bagi kawasan-kawasan yang memiliki tantangan geografis serta tingkat kerawanan keamanan yang kompleks.

Selain mengikuti prosesi upacara resmi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), agenda kunjungan tersebut juga diisi dengan sesi dialog terbuka.

Diskusi ini berfokus pada upaya penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan hak asasi manusia di wilayah Papua Tengah agar prinsip keadilan sosial dapat berjalan secara optimal.

Artikel terkait lainnya