DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) I Gede Pasek Suardika menilai Presiden Prabowo Subianto sebenarnya pemimpin yang memiliki niat baik.
Namun, menurut dia, Prabowo saat ini dikelilingi berbagai “ranjau politik” yang berpotensi membuat sang presiden menjadi korban kepentingan orang-orang di sekitarnya.
Pasek mengatakan, sejumlah informasi yang diterima Prabowo dari orang-orang di lingkaran pemerintahannya justru berpotensi menyesatkan.
Kondisi tersebut, menurut dia, membuat Prabowo kerap berada dalam posisi yang dapat mempermalukannya ketika tampil di hadapan publik.
“Jika dicermati, Presiden Prabowo Subianto sebenarnya adalah pemimpin yang baik. Niatnya baik, tetapi akibat terlalu banyak ranjau dipasang orang sekitarnya, sehingga setiap tampil di publik selalu ada sesuatu yang mempermalukan beliau,” kata Pasek dalam keterangannya.
Menurut Pasek, terdapat pihak-pihak yang memasok data, fakta, maupun cerita kepada Prabowo.
Dia menduga informasi tersebut tidak seluruhnya akurat, meskipun diterima dan dipercaya oleh Prabowo dengan niat baik.
“Ada pensuplai data, fakta, cerita sesat yang dengan niat baik beliau lalu dipercaya. Padahal isinya menyesatkan,” ujarnya.
Pasek menduga terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan persoalan tersebut terjadi.
Dia menyebut mulai dari ketidakprofesionalan orang-orang di sekitar presiden, kepentingan politik menuju Pemilu 2029, hingga dugaan perebutan keuntungan dari kekuasaan.
“Dari ketidakprofesionalan orang sekitar, jebakan betmen pembusukan untuk rebutan 2029 nanti, sampai kemungkinan rebutan rakus manfaat kekuasaan orang sekitarnya dengan aji mumpungnya,” kata Pasek.
Dia menilai kondisi tersebut dapat membuat kekuasaan Prabowo dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, alih-alih digunakan untuk membantu presiden menjalankan pemerintahan.
Pasek bahkan memperingatkan Prabowo dapat menjadi korban apabila persoalan di lingkaran kekuasaannya tidak segera dibenahi.
“Jika tidak segera diselamatkan, maka Prabowo Subianto akan jadi korban ganasnya orang sekitarnya memanfaatkan sekaligus menjerumuskannya,” ujarnya.
Pasek kemudian mendorong adanya langkah untuk membersihkan berbagai persoalan yang dia sebut sebagai “ranjau politik” di sekitar Prabowo.
Dia menyinggung sejumlah kasus dan informasi yang menurutnya telah menimbulkan persoalan bagi pemerintah, di antaranya sosok Susana yang disebutnya sebagai figur fiktif, klaim keuntungan penggilingan padi mencapai Rp2 triliun, serta berbagai laporan terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan sekolah rakyat.
“Sudah saatnya ada langkah pembersihan ranjau-ranjau politik di sekitar beliau,” kata Pasek.