Terungkap Kronologi Maut! 4 Momen Terakhir Sutrimo Sebelum Meninggal, Salah Satunya Disuruh Pulang Kampung oleh Febrie Adriansyah

DEMOCRAZY.ID – Sebelum meninggal pada Kamis (23/7/2026), Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo, sempat pulang ke kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Ia juga sempat berkomunikasi dengan sang adik beberapa jam sebelum meninggal.

Sebagai informasi, Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di depan sebuah klinik kecantikan terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Klinik itu berjarak sekitar 450 meter dari rumah Febrie.

Saat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Sutrimo dinyatakan death on arrival atau sudah meninggal ketika datang.

Jenazah pun langsung diantarkan ke Banyumas dan dimakamkan di hari yang sama.

1. Pulang kampung sehari setelah penggeledahan

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengungkapkan Sutrimo sempat pulang kampung sehari setelah penggeledahan sejumlah lokasi di Jakarta Selatan dan Bogor, Jawa Barat, oleh tim gabungan Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Menurut Aan, kepulangan Sutrimo itu atas perintah Febrie.

“Pulang (kampung) tanggal persisnya kita tidak tahu, tapi memang dia pulang pada saat sehari setelah penggeledahan (kasus Febrie). Memang disuruh pulang sama bosnya,” ungkap Aan, Senin (10/8/2026).

Kepulangan Sutrimo ini juga sempat disampaikan tetangga di desa yang enggan disebutkan namanya.

Menurut tetangga, Sutrimo pulang seminggu sebelum meninggal dunia.

Namun, warga setempat tak tahu kapan Sutrimo kembali ke Jakarta.

Mereka baru mengetahui Sutrimo berada di Jakarta setelah menerima kabar kematiannya pada 23 Juli 2026 pukul 9.00 WIB.

“Seminggu sebelum kejadian sempat pulang, tapi tidak tahu berangkatnya lagi,” kata salah satu tetangga Sutrimo yang tidak ingin disebutkan namanya, Selasa (28/7/2026).

“Orang sini tahunya meninggal Kamis sekitar pukul 9.00 WIB,” imbuh dia.

2. Diminta balik ke Jakarta

Setelah beberapa hari di kampung halaman, Sutrimo diminta Febrie Adriansyah kembali ke Jakarta.

Seorang saksi mengatakan permintaan itu disampaikan Febrie kepada Sutrimo, lewat sambungan telepon.

“Pengakuan saksi, Sutrimo pulang (kembali ke Jakarta) ditelepon sama bosnya, yang intinya bosnya telepon, katanya ‘kamu pulang aja’,” kata Aan Rohaeni.

Bahkan, Febrie disebutkan telah menyiapkan uang dan tiket kereta untuk Sutrimo kembali ke Jakarta.

Sutrimo juga ditemani oleh dua orang yang menemani dari Stasiun Purwokerto hingga ke ibu kota.

“Sutrimo menyampaikan ‘enggak punya uang, Bos’ gitu kan, ‘tiketmu sudah disiapkan, uang sudah ditransfer, lalu juga kamu ditemani oleh dua orang nanti dari Stasiun Purwokerto’,” tutur Aan.

3. Kirim foto makanan

Saat berada di Jakarta, Sutrimo sempat berkomunikasi dengan sang adik, Ridho.

Beberapa jam sebelum tewas, Sutrimo mengirimkan foto makanan kepada Ridho.

Sutrimo disebutkan sempat makan di tempat depan rumah Febrie Adriansyah.

Kepada adiknya, Sutrimo mengabarkan dirinya sedang makan sahur.

“Iya, betul (Sutrimo makan di depan rumah Febrie). Dia bilangnya sahur lah. Kirim foto (makanan) ke adiknya,” kata keponakan Sutrimo, Sabar Abi, dikutip dari YouTube KompasTV, Selasa (11/8/2026).

4. Mengeluh sakit

Menurut keterangan pengantar Sutrimo ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Febrio Adiono, almarhum sempat mengeluh sakit.

Keluhan ini disampaikan Sutrimo saat menelepon Febrio pada 23 Juli 2026, pukul 6.37 WIB.

Hal ini dituliskan Febrio dalam formulir kronologi di salah satu dokumen RS Muhammadiyah Taman Puring.

Namun, saat disusul, Sutrimo sudah ditemukan tak sadarkan diri di depan klinik kecantikan yang terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru.

“(Pukul) 06.37 WIB, Sutrimo menelepon kerabat mengeluh sakit, disusul ke lokasi sudah tidak sadar,” demikian bunyi kronologi yang dituliskan Febrio.

Saat Sutrimo ditemukan, Febrio menyebut pria asal Banyumas, Jawa Tengah, itu mengeluarkan busa di bagian mulut dan hidung.

“Kemudian (Sutrimo) mengeluarkan busa dari mulut dan hidung,” imbuhnya.

Kasus Naik Penyidikan

Kasus kematian Sutrimo saat ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Naiknya kasus Sutrimo ke tahap penyidikan dilakukan setelah tim gabungan Polresta Banyumas dan tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, melakukan serangkaian penyelidikan.

Polda Metro Jaya diketahui telah menerima pelimpahan dua laporan polisi terkait kematian Sutrimo yang berasal dari Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.

“Dan berdasarkan dua laporan polisi tersebut, baik yang disampaikan oleh masyarakat di Bareskrim Polri ataupun yang disampaikan oleh pihak keluarga di Polresta Banyumas, saat ini penanganan perkara setelah dilimpahkan, ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, Senin.

“Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan,” imbuh dia.

Dalam penyidikan tersebut, polisi mendalami dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan kematian Sutrimo.

Iman menyebut, berdasarkan laporan polisi yang diterima, perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.

“Pasal yang dipersangkakan sebagaimana Laporan Polisi yang kami terima itu adalah pasal pembunuhan ataupun pembunuhan berencana,” tegas Iman.

Meski demikian, hingga kini penyidik belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Polisi masih mendalami fakta-fakta hukum untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo serta ada atau tidaknya tindak pidana dalam perkara tersebut.

Penyidik juga akan meminta keterangan lanjutan dari pihak keluarga Sutrimo.

“Untuk saksi-saksi yang dari pihak keluarga, karena di proses penyelidikan sudah dilakukan pengambilan keterangan, kami akan melakukan pengambilan keterangan atau permintaan keterangan lanjutan nanti di Banyumas,” jelasnya.

Selain itu, polisi akan melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Banyumas pada Rabu (12/8/2026).

Artikel terkait lainnya