Anies Bangun Jembatan-Jokowi Bangun Partai, Siapa Lebih Cerdik?

DEMOCRAZY.ID — Menjelang kontestasi politik Pemilu 2029, panggung nasional kembali diramaikan oleh manuver-manuver strategis dari para tokoh penting negeri.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, membeberkan peta aktivitas politik terkini yang dilakoni oleh mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Aktivitas Politik Jokowi: “Gaspol” Besarkan PSI demi Amankan Posisi Gibran 2029

Menurut Adi, sebagai seorang figur sentral yang baru saja menyelesaikan masa baktinya selama dua periode (2014–2024), dinamika harian Jokowi tidak pernah sepi dari hiruk-pikuk politik.

Kediaman pribadinya di Solo terus-menerus disesaki oleh arus tamu yang datang silih berganti sekadar untuk bersilaturahmi maupun berfoto bersama.

Kendati demikian, kesibukan domestik tersebut bukan satu-satunya agenda sang mantan presiden.

Adi mencermati bahwa Jokowi saat ini tengah tancap gas (gaspol) turun langsung ke berbagai daerah di tanah air untuk melakukan safari politik demi mendongkrak dan membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Tentu sosok seperti Pak Jokowi, mantan Presiden Dua Periode, memang cukup sibuk melayani orang yang datang ke rumahnya bersilaturahmi dan foto-foto. Tapi di luar itu Pak Jokowi dilihat oleh publik saat ini sedang gaspol untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia,” ujar Adi melalui tayangan di kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Jumat (7/8/2026).

Di balik masifnya gerakan membesarkan partai berlogo mawar tersebut, Adi menilai ada kalkulasi jangka panjang yang sedang dirajut.

Langkah strategis ini diyakini berkaitan erat dengan upaya menjaga relevansi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar tetap memiliki kendaraan politik yang kuat dan diperhitungkan dalam bursa Pilpres 2029 mendatang, khususnya sebagai tiket minimal kembali bertarung di posisi cawapres.

Pergerakan Anies Baswedan: Kampus ke Kampus hingga Bangun “Jembatan Titian Persatuan”

erbeda jalur dengan sang mantan penguasa yang sibuk memperkuat mesin partai, Anies Baswedan memilih jalan intelektual dan kultural pasca-kekalahannya di Pilpres 2024 dan purna tugas dari kursi Gubernur DKI Jakarta.

Adi mengungkapkan bahwa Anies kini sangat aktif berkeliling memenuhi undangan forum-forum diskursus publik, mulai dari mimbar akademik di berbagai perguruan tinggi negeri di dalam negeri hingga panggung-panggung perbincangan strategis di kancah internasional.

“Aktif memberikan satu seminar dari satu kampus ke kampus yang lain, dari satu forum ke forum yang lain, baik forum itu di luar ataupun di dalam negeri,” jelas Adi.

Tidak hanya fokus pada diskursus akademik dan politik gagasan, Anies juga terpantau menggalakkan kerja-kerja sosial kemasyarakatan melalui inisiatif pembangunan infrastruktur skala mikro yang dinamai Jembatan Titian Persatuan.

Proyek pembangunan jembatan-jembatan penghubung tersebut telah direalisasikan di sejumlah wilayah pelosok di berbagai daerah, di antaranya meliputi kawasan Banten, Jawa Tengah, hingga Aceh.

Artikel terkait lainnya