Gibran Dikabarkan Bakal Absen di 2029, Kaesang Ambil Alih Tongkat Estafet Dinasti?

DEMOCRAZY.ID — Peta persaingan dinasti politik keluarga Istana untuk menyongsong Pemilu 2029 kembali dikuliti tanpa ampun oleh pengamat.

Setelah nasib sang kakak dipetakan, giliran bungsu keluarga Joko Widodo, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, yang dihujani kritik tajam.

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, menilai langkah Kaesang untuk menyusul atau bahkan menggantikan posisi sang kakak, Gibran Rakabuming Raka, sebagai pemimpin nasional akan jauh lebih terjal dan penuh jalan buntu.

Jejak Langkah Kaesang Dicap “Lebih Konyol” Ketimbang Gibran

Dalam ulasannya, Lukas membandingkan kapasitas dan modal politik dua putra Jokowi tersebut.

Menurutnya, jika Gibran setidaknya sudah mengantongi panggung kekuasaan eksekutif tertinggi sebagai wakil presiden—lengkap dengan cengkeraman infrastruktur birokrasi dan jaringan kekuasaan yang melekat—maka Kaesang dinilai berjalan di atas jalur yang jauh lebih lemah dan kerap melahirkan kontroversi verbal yang menggelitik.

Gaya politik Kaesang dipandang sebelah mata karena kerap melontarkan pernyataan bombastis yang dinilai nir-substansi dan terlampau dramatis bagi ukuran seorang ketua umum partai politik.

“Akan lebih sulit ya kalau Kaesang ya. Karena Kaesang menurut saya justru lebih konyol ya dalam hal tertentu. Kaesang itu kan, ‘Saya akan memeras darah saya untuk membesarkan PSI’,” ujar Lukas menirukan gaya bahasa sang ketua umum saat berbicara dalam tayangan kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (6/8/2026).

Manuver Pileg 2029: Sinyal Mundur ke Daerah atau Ambisi Baru?

Di tengah cibiran para pengamat ihwal kapasitas politiknya, Kaesang sendiri tampaknya mulai memasang kuda-kuda untuk mengamankan basis massanya sendiri di tingkat pemilihan legislatif.

Langkah taktis tersebut terlihat secara jelas tatkala ia hadir dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 lalu.

Di hadapan para kader setianya, Kaesang secara terbuka mendeklarasikan pencalonannya untuk bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pileg 2029 mendatang.

Dalam forum internal tersebut, suami Erina Gudono ini mengingatkan agar seluruh barisan kader partai berlambang mawar merah itu tetap menjaga kekompakan, menghindari gesekan, serta tidak saling jegal sesama caleg demi meraup suara di kandang banteng yang selama ini menjadi basis pertarungan sengit.

“Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah,” ucap Kaesang di hadapan para pengurus daerah.

Putra bungsu Jokowi itu juga menegaskan sikap optimisnya menatap kontestasi lima tahunan tersebut, dengan memilih fokus penuh merawat teritori pemenangan di kota yang pernah dipimpin oleh sang ayah dan kakaknya.

“Insya Allah saya akan membersamai seluruh kader karena teritori yang diberikan kepada saya hanya di Kota Solo,” ungkapnya mantap.

Kendati panggung lokal di Kota Solo telah dipatok sebagai medan pertempuran masa depannya, jalan Kaesang untuk melenggang mulus ke panggung nasional tetap dibayangi keraguan besar.

Di tengah sorotan publik yang kian kritis terhadap praktik politik kekeluargaan, ambisi besar dinasti ini diprediksi bakal menghadapi ujian berat dari nalar sehat publik Indonesia.

Artikel terkait lainnya