GAWAT! Pengamat Sebut Cara Kepemimpinan Prabowo Bawa Indonesia ke Jurang Kehancuran Total

DEMOCRAZY.ID – Pengamat Kebijakan Publik, Muhammad Syukur Mandar menyebut Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Ingin membubarkan negara dari caranya memimpin.

“Dibawa ke jurang kehancuran. Nggak dibawa kemana-mana. Mau dibubarin negara ini, dibubarin oleh Presiden Prabowo sendiri dari caranya memimpin,” kata Syukur dikutip dari cuplikan siniar yang diunggah @regar_op0sisi, Selasa (28/7/2026).

Dia mengaku tak lagi optimis dengan kondisi saat ini. Tercermin dari kebijakan yang amburadul dan kepala negara yang tak punya visi.

Selain itu, dia menyebut DPR juga tidak berguna sekalipun jumlahnya banyak. Begitu pula kabinet yang gemuk.

“Apa yang membuat saya optimis? Utang banyak, kebijakan amburadul, presiden nggak punya visi, kabinet gemuk nggak ada guna, DPR banyak nggak ada guna, yang jadi pejabat begundal, maling semua. Brengsek semua. Apa yang saya harus optimis?” ujarnya.

Di sisi lain, dia menilai rakyat makin pintar. Hanya saja tidak bergerak.

“Rakyat makin pintar, tapi nggak ada yang bergerak. Yang bodoh juga tambah bodoh, yang pintar tapi nggak memelihara kejujuran,” ujarnya.

Begitu pula, kata dia, sosok yang punya pengaruh. Semua itu dinilainya menjadi alasan dirinya tidak optimis.

“Banyak para kiai dan ulama, mau terima kebodohan ini. Mau palsukan kebenaran di depan mata. Apa yang saya mau optimis?” ungkapnya.

Persoalkan Kopdes

Syukur juga menyoal Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dia menyebutnya sebagai kios politik, alih-alih koperasi.

“Itu Permen aja. Kopdes itu sebenarnya bukan Kopdes kok, itu mah warung politik. Kios politik yang dibikin,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Kopdes merujuk Undang-Undang (UU) Koperasi.

“Kalau bicara Kopdes, maka rujukanya Undang-Undang Koperasi. UU Koperasi itu prinsipnya membership, keanggotaan. Partnership, dan regulsi koperasi itu bergantung pada kehendak anggota,” ungkapnya.

Sementara KDMP Prabowo, menurutnya bukan koperasi sebagaimana UU Koperasi.

“Tidak ada koperasi di republik ini yang dibuat oleh model Presiden Prabowo. Yang minjam koperasi, yang nampung uangnya Agrinas. Yang operasikan di bawah oknum tentara, SOP-nya nggak jelas, kemudian minjam ke bank dijaminkan pakai barang negara. Dijaminkan pakai aset negara. Dimana tuh?” paparnya.

Syukur menjelaskan, sebenarnya tak ada hak imunitas. Tapi justru yang buat mereka punya imunitas presiden.

“Pertanyaan sederhananya, kalau orang tidak punya motif membenarkan kamu mencuri sesuatu, dia akan memotong tanganmu,” jelasnya.

“Kalau orang punya motif membiarkan kamu mencuri sesuatu, dia akan bikin UU melindungi kamu,” sambungya.

Karenanya, menurutnya kalau presiden membiarkan mencuri uang, presiden tahu orang itu mencuri.

“Kenapa dia membiarkan proyek MBG itu berjalan? Presdien tahu ada korupsi di situ, motifnya presiden tahu yang mencuri siapa. Presiden tahu siapa yang menyalahgunakan Koperasi Desa Merah Putih,” pungkasnya.

👇👇

Artikel terkait lainnya