

DEMOCRAZY.ID – Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, menyebut penegakan hukum saat ini terkesan seperti kejar setoran. Hal itu ia ungkapkan saat merefleksikan kondisi penegakan hukum di Indonesia.
“Yang ditangani itu kesannya cari setoran,” kata Mahfud, dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (14/7/2026).
Ia mencontohkan sikap aparat penegak hukum (APH), baik jaksa maupun polisi.
Menurutnya, ada kesan para APH lebih mengurusi persoalan yang mudah ditangani.
“Cari yang mudah. Yang mudah misalnya lurah. Misalnya dipanggil, kalau begini lalu diancam kan,” ucap Mahfud.
Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi fenomena yang terjadi di sejumlah daerah.
“Sama yang lain diancam begitu. Itu keluhan yang banyak terjadi di mana-mana,” ujarnya.
Kalaupun ada kasus besar, menurutnya perlu dicermati lebih jauh.
Sebab, terkadang sangkaan awal berbeda dengan dakwaan yang diajukan di pengadilan.
“Dramanya di pengadilan kan juga terlihat. Kadang kala kasus itu baru ketika muncul di dakwaan berbeda dengan yang disangkakan,” katanya.
“Banyak kasus. Misalnya kasus minyak goreng kan yang gede banget,” sambung Mahfud.
Selain itu, ia menilai ada pula kasus besar yang tidak dikejar secara maksimal, salah satunya dalam konteks Riza Chalid.
“Kemudian sekarang misalnya Riza Chalid sudah tersangka sekian lama. Itu kan mesti di-update ke publik, ada di mana? Dia dikejar atau tidak? Atau ada bukti atau tidak?” imbuhnya.
Menurut Mahfud, banyak kasus yang pada awalnya digembar-gemborkan, tetapi penyelesaiannya tidak jelas.
“Kita melihat ada kegamangan dari pemerintah, termasuk penegak hukum, dalam melakukan penindakan,” terangnya.
Mahfud pun berspekulasi fenomena itu terjadi karena presiden kerap meminta agar koruptor dikejar.
Namun, menurutnya, APH justru terkesan hanya mengejar perkara-perkara yang mudah.
“Kan presiden selalu katakan kejar koruptor, kejar koruptor. Nah, takut ngejar yang besar, cari yang lain saja agar ada setoran. Kan gitu. Iya kan?” ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pernyataannya tersebut hanyalah sebuah analisis.
“Nah, ini analisis saja. Karena yang sebenarnya sudah jadi isu besar itu kan banyak yang kemudian nggak jalan. Nggak dikejar,” pungkas Mahfud.