Marwah Politik PSI Cacat: Dulu Brutal Caci Maki Prabowo, Kini Rela Jilat Habis-Habisan Demi Panggung Kekuasaan!

DEMOCRAZY.ID — Kecaman pedas kembali menghantam Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap partai besutan Kaesang Pangarep tersebut, yang dinilai telah bermetamorfosis menjadi penjilat andal bagi Presiden Prabowo Subianto.

Islah menyoroti inkonsistensi ekstrem yang diperlihatkan oleh para kader PSI.

Menurutnya, publik tentu belum lupa bagaimana kader-kader muda partai tersebut dulunya begitu beringas dan brutal menyerang Prabowo ketika sang ketua umum Partai Gerindra itu belum merapat ke lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo.

Sentil Politikus Muda PSI: “Marwah Politik Dicacatkan Kemunafikan”

Perubahan haluan politik yang terjadi secara drastis ini dinilai Islah sebagai bentuk ironi tingkat tinggi yang mempertontonkan kemunafikan kelompok muda di panggung politik nasional.

“Lah, orang-orang seperti Budiman, Tsamara, Raja Juli, Grace atau anak-anak PSI lainnya yang sebegitu brutalnya mencaci maki Pak Prabowo tapi sekarang malah menjilat habis-habisan itu gimana ceritanya?” ujar Islah, Senin (10/8/2026).

Akibat pragmatisme politik tanpa prinsip tersebut, Islah memprediksi masa depan karier politik para politikus muda PSI tidak akan berjalan jauh.

Mereka dinilai telah merusak integritas dan rekam jejak moral mereka sendiri di mata masyarakat.

“Masih muda-muda, tapi sayang marwah politiknya dicacatkan sengaja dengan kemunafikan,” terangnya tajam.

Bandingkan dengan Loyalitas Kader Senior Gerindra

Sebagai perbandingan yang kontras, Islah lantas menyebut sejumlah nama politikus senior Partai Gerindra yang karier dan konsistensi politiknya dihormati karena keteguhan mereka dalam membela Prabowo Subianto sejak hari pertama.

Ia mencontohkan tokoh-tokoh seperti Sufmi Dasco Ahmad, Fadli Zon, Fahri Hamzah, hingga musisi sekaligus politikus Ahmad Dhani.

Menurutnya, wajar dan sangat beralasan jika hari ini figur-figur tersebut berdiri di barisan terdepan membela Prabowo mati-matian, karena mereka adalah pejuang garis keras (die hard) sejak masa-masa sulit.

Bahkan, ketika kubu Jokowi dan Prabowo sempat berseberangan di masa lalu, tokoh-tokoh senior tersebut tetap konsisten pada jalurnya tanpa harus melakukan praktik jilat-menjilat yang memalukan demi kekuasaan.

“Orang-orang seperti Pak Dasco, Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Ahmad Dhani, jika hari ini membela Pak Prabowo mati-matian, wajar saja dan bisa dimaklumi. Mereka sejak awal sudah jadi ‘die hard’-nya Prabowo,” pungkas Islah, menyarankan agar kader-kader muda PSI banyak belajar dari konsistensi politik para senior tersebut.

Artikel terkait lainnya