Wamen Fahri Hamzah Ungkap Fakta Mengejutkan: Anggaran Negara Dari Awal Memang Direncanakan Buat Dikorupsi!

DEMOCRAZY.ID — Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, melontarkan pengungkapan mengejutkan terkait praktik rasuah di jantung kekuasaan legislatif.

Menurutnya, praktik korupsi di lembaga perwakilan rakyat kerap kali bukan sekadar penyimpangan spontan di tengah jalan, melainkan telah dirancang serta disengaja secara sistematis sejak tahap perencanaan anggaran negara.

Perencanaan Anggaran untuk Dibocorkan dan Dibagi di Belakang Layar

Dalam pandangannya, celah penyimpangan anggaran sengaja diciptakan demi memuluskan kepentingan oknum-oknum tertentu.

Ketika pengelolaan keuangan negara dari hulu memang diniatkan untuk dikorupsi, maka kerugian negara dan hilangnya akuntabilitas publik menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

“Kalau kita merencanakan keuangan negara itu memang untuk dikorupsi, untuk dibocorkan, dan untuk dibagi-bagi di belakang layar, maka efeknya juga adalah benar-benar pembagian itu terjadi dan akuntabilitas itu tidak terjadi,” ujar Fahri saat berbicara di kanal YouTube resmi Partai Gelora yang diunggah pada Jumat (31/7/2026).

Akar Masalah: Pendanaan Partai Politik yang Tidak Transparan

Fahri lantas membeberkan bahwa salah satu akar masalah utama di balik maraknya korupsi legislatif adalah ketiadaan regulasi pembiayaan partai politik yang jujur, ideal, serta transparan dari negara.

Akibat absennya sokongan finansial yang memadai secara legal, setiap anggota dewan akhirnya terpaksa mencari jalan dan cara masing-masing demi menutupi biaya operasional politik mereka yang sangat besar.

Menyoroti besarnya jumlah legislator di Senayan, ia mengibaratkan situasi tersebut dengan analogi yang sangat telak:

“Ada 700 anggota DPR, ada 700 cara untuk mencari uang,” tegasnya, sembari menekankan urgensi mendesak agar negara segera merumuskan regulasi yang jelas dan transparan terkait sumber pendanaan partai politik.

Di penghujung pandangannya, Fahri menyimpulkan bahwa bentuk rasuah yang paling sulit dicegah, dideteksi, dan dihentikan adalah korupsi yang sejak awal telah dibungkus rapi melalui mekanisme anggaran resmi negara.

Artikel terkait lainnya